Kakek Udin (65) dan Nenek Icah (60), warga miskin asal Desa Langkaplancar, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, luput dari perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran. Foto: Aceng/HR
Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-
Pasangan suami istri Kakek Udin (65) dan Nenek Icah (60), warga miskin asal Desa Langkaplancar, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, luput dari perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran.
Pasangan suami istri kake dan nenek tersbeut kini tinggal di sebuah rumah berukuran tiga kali empat meter persegi, berlantaikan tanah dan dindin dari bilik bambu yang sebagian besar sudah mengalami bolong-bolong.
Kepada Koran HR, pekan lalu, Kakek Udin mengaku sudah lama tidak bekerja karena kondisi badannya sering sakit-sakitan. Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, dia mengandalkan Nenek Icah sang istri.
Sehari-hari, Nenek Icah mencari penghidupan dengan menjadi buruh tani di sawah milik orang lain. Selama ini, Kakek Udin dan Nenek Icah tidak pernah mendapat bantuan berupa apapun dari pemerintah.
“Belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah dalam bentuk apapun termasuk BLT atau BLSM. Padahal suami saya sudah tidak bekerja karena sudah sangat jompo. Saya hanya mengandalkan bantuan dan uluran tangan tetangga,” kata Nenek.
Nenek Icah mengaku, suaminya, kakek Udin, sudah hampir satu tahun menderita sakit. Selama itu juga Kakek Udin tidak pernah dibawa untuk berobat ke dokter. Soalnya, jangankan untuk berobat, untuk makan saja pasangan kakek dan nenek ini kesusahan. (Ceng/Koran-HR)