Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Kepala Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Dedi Supriadi, menyesalkan, program desa wisata yang sudah dicanangkan pihaknya bersama masyarakat sejak jauh-jauh hari, ternyata tidak masuk dalam Rencana Kerja (Renja) tahun anggaran 2017. Padahal, dirinya sudah mengusulkan rencana tersebut untuk penguatan desa wisatanya.
Hal itu terungkap dalam kegiatan Forum SKPD tahun 2016, yang digelar Dinas Pariwisata, Perindagkop dan UMKM Kabupaten Pangandaran, bertempat di TIC Kabupaten Pangandaran, Senin (22/02/2016) lalu.
“Kewajiban dinas itu untuk memahami suatu prioritas, bukan di depan meja berdasarkan informasi saja, tetapi harus turun ke lapangan dengan menggandeng Kompepar, pasti skala prioritasnya akan tahu sendiri,” kata Dedi.
Dia juga mengaku sudah sering menjelaskan mengenai potensi wisata yang ada di Desa Margacinta, maupun prestasi yang telah diraihnya di tingkat provinsi dan nasional, hingga mampu membawa nama baik Pangandaran.
Namun, tetap saja tidak ada tanggapan sedikitpun. Terbukti, usulan Kecamatan Cijulang tidak ada yang tercantum dalam Renja tahun 2017. Sehingga, dirinya merasa sia-sia datang ke acara Forum SKPD.
“Desa Margacinta mewakili Kabupaten Pangandaran bukan hanya beberapa event saja, tapi sering pentas di provinsi bahkan di tingkat nasional. Harus bagaimana membangun Pangandaran kalau dinas terkaitnya tidak menanggapi keinginan kami,” keluhnya.
Dedi mengatakan, pihak Dispar Provinsi Jabar dan dari Kementerian Pariwisata saja sudah datang ke Margacinta. Bahkan, Kampung Badud yang ada di wilayahnya sudah lebih dulu dikenal.
Menurutnya, bagaimana bisa membangun Pangandaran, sementara pihak yang sudah menjalankan program pariwisata tidak didukung oleh dinas terkaitnya. “Saya akan membangun desa sendiri saja bersama pihak ketiga, aman gak ribet,” kata Dedi, dengan nada ketus.
Sementara itu, Kepala Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Abdul Rohman, mengatakan, pihaknya akan memanfaatkan potensi desa dengan anggaran desa yang ada. “Saya akan memanfaatkan potensi desa saja, tidak perlu berharap banyak,” ujar Abdul. (Mad/Koran-HR)