Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Alih fungsi lahan pertanian di Kota Banjar kian mengkhawatirkan karena terus saja terjadi. Terutama terhadap lahan persawahan di pinggir jalan, banyak dijadikan sebagai tempat bisnis.
Seperti pantauan HR Online di lapangan, salah satunya di area sawah produktif yang ada di Dusun Sampih Desa Rejasari Kecamatan Langensari Kota Banjar, Jabar, ada sekitar 50 bata yang sudah ditimbun atau diurug tanah.
Menurut keterangan warga setempat atau pemilik sawah sebelahnya, Nandang (50), mengatakan, sawah seluas 50 bata itu sudah dijual pemiliknya, dan kini oleh pemilik baru sudah diurug tanah dan diratakan.
“Katanya sih di tempat ini rencananya akan dibangun tempat bisnis yaitu sebuah mini market, namun saya tidak tahu mini market apa,” ungkapnya kepada HR Online, Minggu (17/01/2016).
Sebidang sawah ini yang akan berubah fungsi, menurutnya, tentu berdampak negatif pada produksi pangan dan fisik lingkungan. Serta secara tidak langsung akan mengancam pengembangan Banjar agropolitan.
“Tapi itukan hak pemilik menjualnya kepada orang berduit, yang mungkin sedang membutuhkan,” tukasnya. (Nanks/R5/HR-Online)