Ilustrasi pembobol ATM Bank. Foto: Ist/Net
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Modus yang digunakan komplotan pembobol ATM Bank yang terjadi di sebuah gerai ATM BRI di jalan Letjen Suwarto, Kota Banjar, Jawa Barat, atau tepatnya di dekat Toserba Yogya, dengan korban Onasih (60), warga Babakan, Desa Maharawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (09/01/2016), tampaknya sangat terorganisir dengan rapih. Pelaku satu dengan pelaku lainnya berbagi peran dalam mengelabui korbannya.
Dalam aksinya, pelaku sebelum beraksi terlebih dahulu mengganjalkan sebuah lidi yang dimasukkan ke dalam lubang mesin ATM atau tempat memasukan kartu. Hal itu bertujuan agar kartu ATM milik korban saat dimasukan mengalami macet. Dari situlah, para pembobol ini beraksi berpura-pura menawarkan jasa kepada korbannya untuk mmeberikan bantuan. Kemudian mereka meminta nomor PIN ATM kepada korban dan langsung mengoperasikan transaksi. [Berita Terkait: 3 Orang Komplotan Pembobol ATM di Banjar Dibekuk Polisi]
Ternyata, saat mengoperasikan ATM korban, pelaku secara diam-diam melakukan transaksi transfer uang antar rekening. Dengan begitu, saldo ATM di rekening korban berpindah ke rekening para komplotan tersebut. Selain cara itu, pelaku pun terkadang melakukan penarikan uang tunai dari ATM korban. Dan saat korban lengah, pelaku langsung melarikan diri sembari membawa kabur uang korban.
Seperti kejadian yang terjadi di Kota Banjar. Kejadian itu bermula ketika korban berbelanja di Toserba Yogya, Letjen. Soewarto, Kota Banjar. Karena kehabisan uang, kemudian korban berniat akan mengambil uang di ATM BRI. Namun, kartu ATM korban tiba-tiba macet pada mesin ATM tersebut, lalu datang seorang laki-laki memakai baju kaos putih dengan ciri-ciri berkepala botak, menawarkan jasanya untuk membantu membenarkan kartu ATM milik korban. [Berita Terkait: Eksekutor dan Otak Pembobol ATM Bank di Banjar Berhasil Kabur]
Selanjutnya, orang tersebut keluar dari ruangan ATM dengan alasan mau mengambil dulu sebuah obeng. Tidak lama berselang datang seorang laki-laki lain memakai baju hitam, berambut agak gondrong, menawarkan jasa yang sama. Laki-laki ini meminta nomor PIN ATM korban, lalu korban memberikannya hingga akhirnya uang sebesar Rp.17 juta berhasil dibawa pelaku dari ATM.
“Ini sebetulnya modus lama. Namun, di Kota Banjar kasus ini baru terjadi sekarang,” kata Panit Reskrim Polsek Banjar, Ipda Nurrozi, kepada HR Online, Sabtu (09/01/2016).
Dengan adanya kejadian ini, Nurrozi meminta masyarakat harus berhati-hati apabila saat melakukan transaksi di ATM Bank ternyata lubang ATM-nya macet dan tiba-tiba muncul orang tak dikenal menawarkan kebaikan untuk membantu. (Hermanto/R2/HR-Online)
Berita Terkait
Diduga Terhipnotis di ATM BRI Banjar, Uang Belasan Juta Raib
Soal Dugaan Hipnotis, Polsek Banjar Kantongi Data & Ciri Pelaku