Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Akademisi sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, Drs. Sukomo, M.Si, belum lama ini, menyarankan agar Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis segera membentuk lembaga riset daerah.
Sukomo menjelaskan, lembaga riset daerah yang diusulkannya, memiliki tugas membantu pemerintah daerah dalam melakukan serangkaian penelitian, penyediaan data, gali potensi dan lain sebagainya. Hasilnya dapat menjadi pertimbangan atau bahan acuan pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah.
“Lembaga ini dapat menyediakan data serta menggali potensi pembangunan perekonomian Ciamis. Selain itu, lembaga ini juga diharapkan memiliki kemampuan untuk menyediakan data paling terbaru yang bisa digunakan pemerintah sebagai dasar menentukan arah pembangunan daerah,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Sukomo menyayangkan, pemerintah daerah seringkali harus menggunakan data serta hasil penelitian yang kadang sudah lewat tahun. Dengan kata lain, data tersebut tidak lagi relevan dengan kondisi kekinian.
“Misalnya, ketika ingin membuat kebijakan di tahun ini, pemerintah justru menggunakan data atau hasil riset tahun 2010. Padahal harusnya, data dan hasil riset terbaru yang menjadi dasar kebijakan pemerintah. Kondisi ini seringkali membuat kebijakan pemerintah menjadi tidak tepat sasaran,” ucapnya.
Menentukan Potensi Sektor Usaha Unggulan di Ciamis
Akademisi sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, Drs. Sukomo, M.Si, belum lama ini, memperkenalkan sebuah metode atau pendekatan yang digunakan untuk menentukan sektor usaha unggulan Ciamis.
“Untuk menentukan apakah sektor dunia usaha mempunyai keunggulan atau tidak di suatu daerah, seharusnya menggunakan suatu pendekatan tertentu. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menganalisis sektor ekonomi atau dunia usaha unggulan adalah metode Location Quotient (LQ),” katanya.
Sukomo menjelaskan, metode LQ dikembangkan oleh sejumlah peneliti luar negeri dan digunakan untuk mengidentifikasi komoditas unggulan di suatu wilayah. Perumusan LQ akan memberikan alternatif nilai, yaitu LQ lebih besar dari 1 (LQ > 1), LQ lebih kecil dari 1 (LQ < 1) dan LQ sama dengan 1 (LQ = 1).
Lebih lanjut, Sukomo mengungkapkan, LQ lebih besar dari 1 (LQ > 1) mempunyai arti komoditas tersebut merupakan sektor basis. Produksi komoditas yang bersangkutan sudah melebihi kebutuhaan konsumsi di daerah dimana komoditas tersebut dihasilkan dan kelebihannya dapat dijual ke luar daerah. Ini berarti komoditas tersebut unggul.
Kemudian, Sukomo menyebutkan, LQ lebih kecil dari 1 (LQ < 1) mempunyai arti komoditas tersebut belum mencukupi kebutuhaan konsumsi di daerah yang bersangkutan dan pemenuhannya didatangkan dari daerah lain. Ini berarti komoditas tersebut tidak unggul.
Selanjutnya, kata Sukomo, LQ sama dengan 1 (LQ = 1) mempunyai arti produksi komoditas yang bersangkutan hanya cukup untuk kebutuhan daerah setempat. Ini berarti komoditas tersebut masih mempunyai peluang untuk menjadi komoditas unggul. (Deni/Koran-HR)