Kaum ibu di RT.07/03, Dusun Priagung, Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, menyulap limbah plastik menjadi bermacam-macam kerajinan tangan yang bermanfaat. Tampak sejumlah hasil kerajinan tangan yang selesai dibuat dan siap dijual. Photo: Abduloh Mucklis/HR
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Kaum ibu di RT.07/03, Dusun Priagung, Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, menyulap limbah plastik menjadi bermacam-macam kerajinan tangan yang bermanfaat, serta dapat meningkatkan nilai jual sampah plastik itu sendiri.
Contoh kerajinan tangan yang mereka buat dari sampah plastik itu adalah tas atau keranjang cantik yang unik. Bahkan, tidak kalah cantik dengan tas berbahan dasar kain. Selain itu, ada pula tikar dan taplak meja berukuran besar maupun kecil.
Yeti, salah seorang warga setempat yang awal mula memiliki ide membuat kerajinan tersebut, mengatakan, limbah plastik yang digunakan untuk membuat kerajinan itu adalah bekas minuman gelas, seperti Ale-ale dan Zegar, serta bekas bungkus kopi.
“Limbah bekas minuman tersebut dipotong bagian atasnya, lalu dirangkai hingga rapih, kemudian disusunlah rangkaian itu dengan cara diikat menggunakan tambang plastik. Maka jadilah sebuah kantong atau tas keranjang,” tutur Yeti, ketika dijumpai HR, Rabu (09/12/2015).
Sedangkan untuk membuat tikar dan taplak meja, bahan yang digunakan adalah limbah bekas bungkus kopi dan limbah sisa potongan kain yang didapat dari tukang jahit. Cara pembuatannya, limbah tersebut dianyam sesuai dengan pola yang diinginkan.
Menurut Yeti, membuat kerajinan tangan dari bahan limbah plastik ini memang memerlukan ketekunan dan kesabaran, sehingga hasilnya pun dapat memuaskan. Untuk tikar dan taplak meja dibuat dengan bermacam-macam kreasi serta motif yang warna-warni.
“Alhamdulillah, ternyata peminatnya banyak. Kerajinan berbahan limbah plastik yang kita buat banyak diminati konsumen. Tentu saja kami merasa senang dan bangga karena hasilnya bisa berkenan di masyarakat,” ungkapnya.
Adapun uang dari hasil penjualan, lanjut Yeti, sementara ini masih dibelanjakan untuk membeli peralatan penunjang proses produksi, seperti cutter, gunting, dan tambang plastik.
Yeti berharap, kedepan penjualan hasil produksi kerajinan tangan kaum ibu di RT.07/03, Dusun Priagung ini akan lebih meluas lagi, dan semakin banyak diminati konsumen.
“Saya sendiri maupun ibu-ibu di sini sudah memakainya. Bahkan, Kepala Desa Binangun dan lurah juga membeli, sekaligus sebagai ajang promosi kerajinan dari limbah plastik yang ada di wilayahnya,” pungkas Yeti. (AM/Koran-HR)