Ketua YKI Cabang Ciamis, Ny. Hj. Ai Elah Syam Arifin
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Dalam rangka menekan angka penderita penyakit kanker, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kabupaten Ciamis membidik guru tingkat SLTA untuk dimintai bantuan melakukan sosialisasi pencegahan kanker sejak dini kepada siswa/siswinya di sekolah. Karena, pencegahan kanker idealnya dilakukan sejak di usia remaja dengan menerapkan dan membiasakan pola hidup sehat.
Ketua YKI Cabang Ciamis, Ny. Hj. Ai Elah Syam Arifin, mengatakan, dalam menekan angka penderita kanker, sasaran utama yang harus mendapat sosialisasi adalah para remaja. Karena, menurutnya, kanker harus dicegah sejak usia remaja dengan membiasakan pola hidup sehat.
Selain itu, lanjut dia, melakukan sosialisasi melalui media guru dan siswa di sekolah sangat efektif. Guru, kata dia, nantinya memberikan pemahaman sekaligus cara pencegahan penyakit kanker kepada siswanya di sekolah. Kemudian, sambung dia, ketika siswa sudah mendapat pemahaman, diharapkan bisa disampaikan kembali kepada keluarga dan tetangga di sekitar rumahnya.
“Kita berharap nantinya menjadi pesan berantai, sehingga sosialiasi tentang pemahaman sekaligus pencegahan penyakit kanker bisa disampaikan secara luas kepada masyarakat melalui media guru dan siswa,” terangnya, kepada HR Online, Minggu (01/11/2015).
Ai Elah mengaku pihaknya sudah melakukan sosialisasi terkait penyakit kanker ke beberapa sekolah SMA/SMK di Kabupaten Ciamis. “ Program sosialisasi melalui media guru dan siswa ini akan terus kami lakukan. Mudah-mudahan program ini ada dampak dalam menekan angka penderita kanker di Ciamis,” terangnya.
Menurut Ai Elah, usia 17 tahun sudah rentan terkena penyakit kanker. Meski penyakit ganas itu tidak terasa secara langsung, namun dampaknya akan terasa setelah 20-25 tahun kemudian.
“Makanya, seseorang baru diketahui menderita kanker ketika usianya di atas 40 tahun. Padahal, gejalanya sudah mulai ada dari sejak remaja. Nah, dengan membiasakan pola hidup sehat sejak usia remaja, merupakan salah satu cara guna mencegah seseorang terkena penyakit kanker ketika sudak beranjak di usia dewasa,” ujarnya.
Ai Elah pun meminta masyarakat untuk melaporkan apabila ada keluarga dan tetangganya terkena penyakit kanker. Pihaknya, kata dia, akan memfasilitasi penderita untuk dilakukan penyembuhan.
“Kami akan bantu siapapun masyarakat Ciamis yang terkena penyakit kanker. Apabila setelah berobat ke dokter tak kunjung sembuh, maka kami akan bantu si penderita untuk dirujuk ke RS Sadikin Bandung,” katanya.
Dari data periode tahun 2015, sebanyak 53 warga Kabupaten Ciamis menderita penyakit kanker. “Yang sudah kami kunjungi sebanyak 42 orang dan sudah meninggal sebanyak 10 orang. Sisanya nanti akan segera kami kunjungi. Kebanyakan penderita kanker di Ciamis, yakni kanker serviks dan payudara dan didominasi usia 40 tahun ke atas,” pungkasnya. (Taufan/R2/HR-Online)