Jumat, April 4, 2025
BerandaBerita PangandaranPotret Kemiskinan, 4 Anak SD di Pangandaran Ini ‘Putus Sekolah’

Potret Kemiskinan, 4 Anak SD di Pangandaran Ini ‘Putus Sekolah’

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Arya bocah berusia 9 tahun ini merupakan salah satu putra dari pasangan suami istri Mijo dan Itoh, warga kampung Batukarut, RT 04 RW 01, Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Propinsi Jawa Barat. Sayangnya, Arya yang masih bocah ini putus sekolah lantaran masalah ekonomi.

Ketika ditemui Koran HR, belum lama ini, Arya mengaku hanya pernah masuk di bangku kelas 1 sekolah dasar. Setelah itu, dia memutuskan untuk berhenti sekolah. Alasannya, dia tidak mampu membeli keperluan sekolah.

“Saya tidak mau sekolah karena banyak yang mesti dibeli, seperti buku, seragam sekolah dan yang lainnya. Sedangkan orangtua saya tidak punya uang,” katanya.

Meski tahu dari kalangan kurang mampu, Arya mengaku pihak sekolah tetap mewajibkannya untuk membeli peralatan dan kebutuhan sekolah. Menurut dia, pihak sekolah tidak mau tahu kondisi keluarganya.

“Saya sudah sampaikan kondisi ekonomi keluarga, tapi pihak sekolah tetap saja meminta saya untuk melengkapi keperluan sekolah,” ucapnya.

Mijo, ayah Arya, ketika ditemui Koran HR, menuturkan, sebenarnya dia ingin menyekolahkan Arya hingga selesai. Tapi apa daya, ekonomi keluarga tidak memungkinkan Arya untuk menyelesaikan sekolah.

“Arya sebenarnya ingin sekolah seperti temen-temennya yang lain. Tapi itu tadi, saya tidak mampu membeli kebutuhan yang diwajibkan dan dibebankan oleh sekolah ke anak saya,” katanya.

Diakui Mijo, utusan dari sekolah pernah mendatanginya dan membujuk kembali Arya untuk mau bersekolah. Tapi Arya memutuskan untuk tidak pergi ke sekolah. Arya beralasan tidak ingin membebani orang tua untuk membeli keperluan sekolah.

Ade wawan (45), tetangga Mijo, ketika dimintai keterangan, membenarkan, Mijo dan Itoh merupakan keluarga kurang mampu dari sisi perekonomian. Menurut dia, Mijo dan Itoh saat ini memiliki lima orang anak, tiga orang laki-laki dan dua orang perempuan.

Kelima anak itu, kata Ade Wawan, diantaranya Usep (35), Yanti (25), Sarip (15 ), Arya (9) dan yang paling kecil Tia (4). Menurut dia, keempat anak Mijo dan Itoh mengalami putus sekolah.

“Usep pernah sekolah sampai kelas 3 SD, Yanti  sampai kelas 4 SD, Sarip sampai kelas 4 SD dan Arya hanya sampai kelas 1 SD,” kata Ade.

Senada dengan itu, Toto, tetangga lainny, ketika ditemui Koran HR, berharap, pemerintah segera turun tangan menanggulangi masalah putus sekolah seperti yang dialami keluarga Mijo dan Itoh.

“Pemerintah punya program untuk mencerdaskan anak bangsa, yang direalisasikan melalui Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas). Kasus seperti ini harusnya tidak terjadi di Pangandaran. Pemerintah daerah juga harusnya mengetahui persoalan seperti ini dan tidak menutup mata,” katanya. (Ntang/Koran-HR)

Pria Disabilitas Asal Grobogan

Pria Disabilitas Asal Grobogan Jadi Korban Curas di Sumedang, Polisi Buru Pelaku

harapanrakyat.com,- Seorang pria disabilitas asal Grobogan, Jawa Tengah, menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas) di Jalan Raya Sumedang-Subang. Tepatnya di Dusun Sela Awi, Desa...
Contraflow dan One Way

Jadwal Contraflow dan One Way Arus Balik Lebaran 2025

harapanrakyat.com,- Korlantas Polri menerapkan sistem contraflow dan one way guna mengantisipasi kepadatan kendaraan tujuan Jakarta pada arus balik Lebaran 2025. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit...
Layanan libur lebaran

Permudah Urus Dokumen Kependudukan, Disdukcapil Ciamis Buka Layanan saat Libur Lebaran, Catat Waktunya!

harapanrakyat.com,- Permudah masyarakat urus dokumen, Disdukcapil Ciamis menggelar pelayanan khusus di luar jam kerja. Acara ini berlangsung Kamis (3/4/2025) malam. Pelayanan di luar jam kerja...
Wisata Tanjung Duriat

Momen Libur Lebaran 2025, Wisata Tanjung Duriat di Sumedang Diserbu Pengunjung

harapanrakyat.com,- Mengisi momen libur panjang lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah, ribuan wisatawan memadati wisata Tanjung Duriat yang berada di Pesisir Waduk Jatigede. Tempat ini...
Rainbow Slide Nalisa Cipanten di Majalengka

Menjajal Rainbow Slide Nalisa Cipanten yang Lagi Viral di Majalengka, Favorit Wisatawan saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Rainbow Slide di objek wisata Nalisa Cipanten, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat sedang viral dan menjadi buruan wisatawan. Luar biasanya, wahana Rainbow...
Kapan ASN Harus Masuk Kantor Usai Lebaran 2025? Ini Jawaban Wamendagri

Kapan ASN Harus Masuk Kantor Usai Lebaran 2025? Ini Jawaban Wamendagri

harapabrakyat.com,- Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) harus sudah masuk kantor pada Selasa tanggal 8 April 2025 seusai libur lebaran. Oleh karena itu, ASN tidak...