Arif Gustaman, warga Dusun Cipantaran, RT.04/19, Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, memperlihatkan gitar berbahan bambu hasil produksinya. Photo: Hermanto/HR
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Alat musik gitar yang terbuat dari bahan kayu mungkin sudah tidak asing lagi dan sering kita jumpai. Namun di Kota Banjar, tepatnya di Dusun Cipantaran, RT.04/19, Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, ada salah seorang warganya yang membuat gitar dari bahan baku bambu.
Warga tersebut bernama Arif Gustaman (32), pria kelahiran asli Kota Banjar ini sudah menekuni dunia seni sejak duduk di bangku SMP. Menurutnya, persediaan bambu di Banjar melimpah. Tapi sayangnya, banyak masyarakat yang menganggap bambu tidak memiliki nilai jual tinggi.
“Kebanyakan orang, bambu hanya dipakai untuk dijadikan umbul-umbul atau tiang bendera. Padahal kalau disentuh dengan karya seni, bambu dapat menghasilkan nilai jual yang eksotik,” kata Arif, saat ditemui HR di rumahnya, Selasa (17/11/2015).
Untuk mendapatkan bahan bambu, dirinya mengaku belum pernah kesulitan. Bahkan, dia sangat menyayangkan pada masyarakat yang masih menganggap bambu tidak memiliki nila jual, dan hanya dipandang sebelah mata.
Padahal jika dimaksimalkan, bambu sebagai bahan alam memiliki nilai seni yang tinggi dan mampu menghasilkan banyak rupiah. Seperti yang dilakukan Arif dalam satu minggu ini, yaitu tengah fokus membuat gitar dari bahan bambu.
Kreasi alat musik ini sangat menarik, bahan yang biasa untuk menempatkan senar gitar dari bahan kayu, diganti menggunakan bambu. Bahkan, gitar yang dibuatnya 90 persen menggunakan bahan dari bambu. Hanya untuk finger board yang diberikan sedikit bahan dari kayu.
“Lumayan sedikit sulit untuk menentukan nada pada stang gitarnya. Ini memerlukan kejelian supaya pada saat distel dan dipakai tidak fals,” terangnya.
Sementara untuk bagian badan gitar sengaja dibikin ramping. Menurut dia, hal itu supaya simple saat digunakan. Setelah terbentuk jadi, suara petikan gitar hasil karyanya ini tidak kalah merdunya dengan gitar pada umumnya. (Hermanto/Koran-HR)