Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Ciamis, saat menggelar unjuk rasa di depan kantor Bupati Ciamis, Jum’at (13/11/2015). Foto: Heri Herdianto/HR
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Lantaran sejumlah karaoke family yang berada di seputaran Ciamis Kota diduga kerap dipakai aktivitas maksiat, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Ciamis, mendesak Pemkab Ciamis untuk menutup tempat hiburan tersebut.
Desakan itu mereka sampaikan langsung saat menggelar unjuk rasa di depan kantor Bupati Ciamis, Jum’at (13/11/2015). “ Kami meminta Pemkab tegas terhadap kondisi yang terjadi saat ini di sejumlah tempat karaoke di Ciamis. Karena sering ditemukan pengunjung karaoke yang tengah mabuk bersama pasangan wanita yang bukan muhrimnya,” kata Saep, coordinator aksi, dalam orasinya.
Saep menegaskan, meski tempat karaoke di Ciamis berlebel ‘karaoke family’, namun yang terjadi sebenarnya tidak mencerminkan sebuah tempat karoke keluarga. “ Lebel family hanya sekedar kedok saja,”tegasnya.
Saep pun meminta Pemkab Ciamis tidak tinggal diam terhadap kondisi yang terjadi di tempat-tempat karaoke tersebut. “Pemkab Ciamis harus menurunkan Satpol PP untuk membuktikan apakah benar konsep karaoke keluarga berjalan. Kalau ternyata yang terjadi hanya sekedar kedok belaka, maka sudah seharusnya Pemkab melakukan penutupan terhadap tempat karaoke tersebut, “tegasnya.
Menurut Saef, apabila sejumlah karaoke di Ciamis konsepnya keluarga, maka harus ada aturan yang mengikat terkait aturan main selama berada di tempat hiburan tersebut.
“Misalnya, berlakukan aturan bahwa pengujung ke tempat karaoke itu harus benar bersama keluarganya yang dibuktikan dari indentitas KTP. Tetapi fakta yang terjadi sekarang setiap pengunjung lakil-laki bebas membawa wanita yang bukan muhrimnya masuk ke tempat hiburan tersebut,” tegasnya. (Her/R2/HR-Online)