Ilustrasi. Foto: Ist/Net
Berita Ciamis, (harapanrakyat),-
Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Propinsi Jawa Barat, H. Gusnadi, M.Kes, menyatakan, saat ini pihaknya sedang gencar melakukan sosialisasi pencegahan penyakit HIV/ AIDS kepada masyarakat. Hal itu dia sampaikan usai memperingati Hari Kesehatan Nasional yang digelar di Halaman Kantor Kecamatan Banjarsari, Sabtu (21/11/2015).
Gusnadi menuturkan, pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV/ AIDS menjadi salah satu tema utama pada peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun ini. Menurut dia, hal itu juga dipicu meningkatnya kasus HIV/ AIDS di Kabupaten Ciamis beberapa tahun belakangan ini.
“Di Banjarsari sekarang ini ada beberapa orang pengidap HIV/AIDS yang tengah menjalani pengobatan intensif. Dari data yang tercatat hingga akhir Bulan Oktober, 364 orang dalam pantauan dan pembinaan (konseling). 50 orang sudah dilakukan tes dan 11 orang sudah dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS. Empat orang diantaranya meninggal,” kata Gusnadi.
Kepada Koran HR, Gusnadi menyebutkan, dari tujuh orang yang dinyatakan positif HIV/ AIDS, tiga diantaranya sedang ditangani oleh Puskesmas Banjarsari. Sedangkan empat orang lainnya, sedang menjalani pengobatan di luar daerah. Menurut dia, mayoritas penderita penyakit mematikan ini rata-rata masih berusia remaja.
“Dari catatan kami, pengidap penyakit HIV/AIDS ini ada yang sudah berumah tangga, namun yang paling rentan terhadap penyakit mematikan ini rata-rata berusia remaja. Dari pantauan kami, pergaulan remaja di Banjarsari sudah terlihat sangat bebas, sehingga sangat rentan terhadap penularan penyakit HIV/ AIDS,” katanya.
Untuk itu, kata Gusnadi, kalangan remaja yang masih duduk di bangku sekolah menjadi salah satu sasaran atau target Puskemas Banjarsari dalam melakukan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV/ AIDS.
Camat Banjarsari, Drs. Nandang, ketika dimintai tanggapan, Sabtu (21/11/2015), menegaskan, persoalan penanggulangan dan pencegahan HIV/ AIDS menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah. Pihaknya juga merasa khawatir, seiring perkembangan jaman dan kecanggihan teknologi, membuat kalangan remaja semakin bebas dalam pergaulan.
“Kami yang ada di daerah, akan terus berupaya dan mengajak semua lapisan masyarakat agar tetap waspada dan menghindari seks bebas karena dapat merugikan keesehatan dan jiwa generasi muda. Kami juga akan terus berusaha melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dalam hal ini tentunya kami akan terus bekerjasama dengan dinas kesehatan,” katanya. (Suherman/Koran-HR)