Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, SIP., M.Si
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, SIP., M.Si., mengingatkan kepada kepala OPD, camat, lurah dan kepala desa di Kota Banjar, untuk melakukan percepatan penyerapan anggaran semaksimal mungkin sampai bulan Desember 2015.
Hal itu disampaikan walikota, saat membuka Operasi Pasar Murah (OPM) tahap II tahun 2015, di halaman kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Banjar, Selasa (27/10/2015) lalu.
“Percepatan penyerapan anggaran harus dilakukan sampai akhir tahun, sehingga perubahan lebih baik akan terjadi bagi warga Kota Banjar. Pemkot terus berusaha ke arah positif demi kemakmuran rakyatnya,” tandas Ade Uu.
Menurutnya, dengan percepatan penyerapan anggaran yang ada, setidaknya akan terjadi pula penyerapan tenaga kerja, serta pertumbuhan ekonomi akan lebih hidup. Selain itu, juga akan membantu terutama kepada keluarga pra-sejahtera yang ada di Kota Banjar.
“Seperti kali ini, alhamdulillah untuk kedua kalinya di tahun 2015 ini, kita kembali menerima bantuan subsidi barang sembako melalui program OPM dari Provinsi Jabar, yang diperuntukan bagi 6.300 keluarga pra-sejahtera sebesar 409.500.000 rupiah,” katanya.
Meski semuanya tidak tercover sebagaimana jumlah pra-KS di Kota Banjar, yakni sebanyak 14.000 orang, namun hal tersebut sangat membantu dalam kondisi seperti sekarang ini, dimana harga sembako melambung tinggi.
Walikota berharap, pembagiannya dapat bergilir. Artinya, jika pada OPM tahap I dapat pembagian, maka OPM tahap II kali ini dialihkan untuk mereka yang belum mendapatkan pembagian dari OPM sebelumnya.
Sementara itu, Kepala Disperindagkop Kota Banjar, Soni Horison, AP, S.Sos., M.Si., menambahkan, saat OPM tahap I, yaitu menjelang hari raya Iidul Fitri 1436 H, Pemkot Banjar menerima bantuan subsidi sembako dari Pemprov. Jabar, yang diperuntukkan bagi 6.100 RTS. Sedangkan, untuk OPM tahap II diperuntukan bagi 6.300 RTS dengan total rincian barang meliputi 31.500 kilogram beras, gula pasir 18.900 kilogram, dan minyak goreng 18.900 liter.
“OPM ini untuk warga kurang mampu berdasarkan data dari pihak desa dan kelurahan. Untuk Kecamatan Purwaharja mendapat jatah 797 KK, Kecamatan Banjar 1.777 KK, Kecamatan Pataruman 1.902 KK, dan Kecamatan Langensari 1.824 KK,” paparnya.
Satu paket terdiri dari 5 kilogram beras dengan harga subsidi Rp.5.500/kilogram, 3 kilogram gula pasir Rp.5.500/kilogram, dan 3 liter minyak kelapa Rp.7.000/kilogram. Jadi, harga jual ke masyarakat per-paketnya sebesar Rp.67.500.
Sedangkan, harga sebenarnya di pasaran, beras Rp.10.750/kilogram, gula pasir Rp.13.400/kilogram, dan minyak goreng Rp.12.900/liter, dengan total harga per-paket sebelum mendapat subsidi mencapai Rp.132.650. Dengan demikian, masyarakat penerima dalam satu paket mendapat subsidi Rp.65.000.
“Penyalurannya dilaksanakan di dua tempat, yaitu di halaman kantor Disperindagkop, dan di Kecamatan Langensari yang dilaksanakan hari Rabu besok (hari ini-red),” katanya.
Soni juga tak menampik, jika dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir ini perekonomian sedang dilanda krisis. Sehingga, dengan adanya OPM diharapkan bisa menjadi salah satu solusi untuk mengendalikan harga pasar. (Nanks/Koran-HR)