Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian (Distan) Kota Banjar, Ir. Agus Kostaman, tengah memberikan pemaparan tentang sistem tanam padi jajar legowo, kepada 25 petani perwakilan dari Gapoktan se-Kota Banjar. Photo: Nanang Supendi/HR.
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Dalam mengolah lahan sawah, hingga saat ini para petani di Kota Banjar masih menggunakan sistem konvensional yang didapat dari turun-temurun keluarganya. Meski pada perkembangannya sudah terbentuk banyak kelompok tani (Poktan) atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang telah diberikan pengetahuan tentang sistem tanam padi, tapi hal itu belum berhasil karena dalam penerapannya masih salah.
Hal itu dikatakan Kabid. Tanaman Pangan Dinas Pertanian (Distan) Kota Banjar, Ir. Agus Kostaman, kepada HR, usai kegiatan sosialisasi sistem tanam jajar legowo yang diikuti 25 orang petani perwakilan dari Gapoktan Kota Banjar, bertempat di aula Balai Benih Padi Panatasan, Selasa (27/10/2015).
“Maka dari, itu kami tidak patah arang untuk terus melakukan sosialisasi sistem tanam padi jajar legowo kepada para petani agar tidak diabaikan, dan untuk terus dilaksanakan dengan benar,” ucapnya.
Agus menyebutkan, bahwa sistem jajar legowo perlu diterapkan oleh petani sebagai program upaya khsusus (Upsus). Selain tidak dimungkinkan adanya perluasan lahan, juga untuk meningkatkan produktifitas padi sangatlah tepat menggunakan sistem tanam tersebut.
“Bukan hanya bisa meningkatkan produktifitas saja, namun keuntungannya juga akan mengurangi tumbuhnya gulma dan hama tikus yang selama ini meresahkan petani,” jelasnya.
Dengan demikian, upaya sosialisasi dilakukan pihaknya guna menuju perubahan, yaitu malakukan intensifikasi teknologi baru berupa sistem tanam padi jajar legowo. Diharapkan SDM petani akan lebih mengerti, dan kedepan lahan yang dimiliki petani di Banjar semuanya menerapkan sistem tanam tersebut.
“Atas penggunaan sistem tanam itu juga akan menjadi upaya mencari solusi terhadap kendala-kendala yang dihadapi petani, serta mempercepat swasembada pangan di Kota Banjar, dan tentunya untuk mendukung kebijakan Nawacita Presiden Jokowi,” tandas Agus. (Nanks/R3/HR-Online)