Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Ciamis, Budi Kurnia, ketika ditemui HR Online, Jum`at (09/10/2015), konsep pariwisata yang cocok untuk Ciamis adalah wisata budaya dan sejarah.
Budi menuturkan, setelah Pangandaran memisahkan diri dan menjadi daerah otonomi baru, perlu dipikirkan daya tarik wisata baru untuk Kabupaten Ciamis sekaligus yang dapat menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD).
Saat ini, lanjut Budi, Kabupaten Ciamis memiliki tiga aset wisata yang sudah berada di level propinsi, yaitu Situs Astana Gede Kawali, Situs Budaya Karangkamulyan dan Situ Lengkong Panjalu.
“Jadi, konsep daya tarik pariwisata Kabupaten Ciamis lebih cocok wisata budaya dan sejarah. Karena dari beberapa fakta-fakta yang ditemukan ahli sejarah dan juga arkeologi, diyakini bahwa Kabupaten Ciamis ini sebagai pusat dari kerajaan sunda,” katanya.
Terlebih, kata Budi, saat ini pemerintah daerah sedang mengkaji tentang sejarah Kerajaan Galuh secara mendetail. Hal itu menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung penerapan konsep budaya dan sejarah pada keperiwisataan Ciamis.
“Konsep pariwisata di negara maju saja dibangun dari sejarah negara yang masih tetap terjaga sampai saat ini. Dan nilai sejarah ini menjadi spirit pembangunan. Maka tidak ada salahnya, Ciamis bisa maju kalau sejarah pendahulunya bisa tetap dijaga,” kata Budi. (Taufan/R4/HR-Online)