Berita Teknologi, (harapankrayat.com),-Uji coba yang dilakukan oleh Laboratorium Kaspersky, perusaahan keamanan, terhadap 18 ribu responden di seluruh dunia, mendapati, mayoritas pengguna internet saat ini merasa khawatir terhadap ancaman kejahatan cyber.
Menurut David Emm, Peneliti Keamanan Kaspersky, pada survey yang dilakukannya, jumlah responden yang bersedia menginput data pribadi ke website mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan data tahun sebelumnya. David juga melansir, mayoritas pengguna internet tidak mengenali potensi ancaman cyber yang mereka hadapi.
Pada survey kali ini, David menempatkan responden ke dalam beberapa kondisi berbahaya. Diantaranya, saat berselancar di website, mengunduh data atau file, dan membuka situs jejaring seperti media sosial.
Setiap skenario penempatan kondisi yang dilakukan David menawarkan beberapa opsi jawaban. Hasilnya, perwakilan dari 16 negara mencetak rata-rata sebanyak 95 poin dari 150 poin kemungkinan yang ada.
“Artinya, mereka memilih setengah pilihan aman. Sementara pada situasi sisanya, pengguna membuat dirinya berisiko, salah satunya kebocoran informasi dan data rahasia,” kata David peneliti Kaspersky.
Dan sepanjang survey, lanjut David, hanya 24 persen responden yang mampu mengidentifikasi halaman situs atau website asli, kemudian 58 persen responden memilih situs atau website phising (palsu).
Pada survey itu juga didapati bahwa ketika menerima email mencurigakan, responden akan membuka file yang terlampir tanpa memeriksanya terlebih dahulu. 19 persen lainnya, memilih untuk menonaktifkan program jahat secara manual. Hal itu dilakukan untuk mencegah proses instalasi program berbahaya. (Deni/R4/HR-Online)