Berita Teknologi, (harapanrakyat.com),-Dr. Kathleen Richardson, ahli robot dari Universitas De Mosntfort, Inggris, seperti dilansir dari dailymail.co.uk, Kamis (17/09/2015), merasa, pengembangan robot cerdas buatan yang mampu berbicara dan berhubungan intim seperti manusia akan sangat merugikan.
“Saat ini model robot seks wanita menjadi pusat perhatian industri. Mereka berlomba-lomba menciptakan robot wanita penurut yang mampu berhubungan secara seksual. Tentunya ini sangat mengganggu,” katanya.
Kathleen beranggapan, upaya pengembangan robot seks akan menimbulkan penilaian kuno mengenai wanita yang hanya berperan sebagai pemuas nafsu. Menurut dia, kedepan hubungan wanita dan pria hanya bisa diukur dari masalah hubungan seks atau fisik semata.
“Parahnya, saat ini banyak orang yang mengalami robophilia atau ketertarikan yang tidak normal terhadap robot. Orang yang seringkali meyendiri dan menghabiskan dengan berselancar di internet akan sangat muda mengidap gangguan orientasi seks ini,” katanya.
Seorang psikolog, Dr. Helen Driscoll, menilai, saat ini teknologi robot terlihat sangat realistis dan canggih. Termasuk diantaranya dengan memberikan pengalaman hubungan seks sepertihalnya bersama seorang manusia. (Deni/R4/HR-Online)