Pimpinan Sanggar Seni Wayang Golek ‘Pusaka Wangi’ Hj. Cicih bersama Kasi Seni dan Perfilman Disdikbud Ciamis, Dedi Kuswaya. Foto: Dian Wardiana Putra/HR
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Sanggar Seni Wayang Golek ‘Pusaka Wangi’ asal Desa Cinyasak, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, menggelar pertunjukan dalam acara memeriahkan HUT RI Ke 70 di sekitaran bundaran Taman Raflesia Alun-alun Kabupaten Ciamis, Sabtu (15/08/2015) malam.
Penampilan sanggar seni pimpinan Hj. Cicih yang di bawah binaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ciamis ini cukup menyedot animo warga Ciamis. Pagelaran seni ini setidaknya mengobati kerinduan masyarakat Ciamis yang belakang ini jarang menonton pertunjukan wayang golek yang diselanggarakan Pemkab Ciamis.
Pimpinan Wayang Golek Pusaka Wangi, Hj Cicih, mengaku senang bisa tampil di acara peringatan HUT RI tingkat kabupaten. Menurutnya, hal itu merupakan sebuah kebanggaan tersendiri.
” Saya sangat senang bisa tampil di sini, apalagi dihadapan Pak Bupati. Tentunya sebuah kehormatan bagi kami. Saya juga berharap pemerintah kedepannya bisa memberdayaka seni yang berada di Kabupaten Ciamis dan tidak usah mengambil dari luar kabupaten,” ujarnya, tadi malam.
Cicih menjelaskan, sanggar seni yang dipimpinnya sudah berdiri sejak tahun 70-an. Bahkan, dulu sanggarnya hampir setiap hari pentas dan sampai berkeliling daerah Sumatera.
”Saya berharap seni sunda ini bisa kembali berkembang seperti dulu. Semoga ini bisa menunjukan bahwa Ciamis masih kental dengan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh nenek moyang terdahulu,” ucapnya.
Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disdikbud Ciamis, Dudung melalui Kasi Kesenian dan Perfilman, H. Dedi Kusmana, mengatakan, kesenian wayang golek asli Ciamis ditampilkan di acara peringatan HUT RI tingkat kabupaten, sebagai pembukitan bahwa masyarakat Ciamis tidak melupakan dan masih melestarikan seni dan budayanya.
”Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin mengembangkan dan meningkatkan eksistensi seni budaya, terutama yang berasal dari Ciamis. Hal itu dimaksudkan agar seni budaya lokal tidak tergerus oleh perkembangan jaman,” tuturnya. (DSW/R2/HR-Online)