Salah satu hotel kelas melati di Jl. Siliwangi, Kota Banjar, tampak sepi dari tamu. Photo: Hermanto/HR
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Sejumlah pengelola hotel kelas melati di Kota Banjar, mengeluhkan dengan maraknya razia yang dilakukan oleh aparat keamanan, sehingga hotel pun menjadi sepi tamu. Hal itu diungkapkan Edi (33), seorang petugas hotel kelas melati di kawasan Jl. Siliwangi.
Karena, dengan seringnya dilakukan razia, kenyamanan tamu jadi terganggu. Bahkan, razia pekat tersebut kerap dilakukan dua kali dalam waktu satu hari. “Razia sehari dua kali, mau ramai bagaimana hotel kalau terus-terusan dirazia,” tutur Edi, kepada HR, Senin (24/08/2015).
Menurutnya, tidak semua tamu yang menginap di hotel kelas melati tujuannya akan berbuat mesum, tapi mungkin dalam hal keuangannya hanya cukup untuk menginap di hotel yang sederhana saja. Jika hotel terus dirazia, tamu pasti merasa ketakutan sekaligus terganggu. Maka otomatis, hotel menjadi sepi dan pendapatan menurun.
Keluhan serupa juga diungkapkan Elan (55), petugas hotel kelas melati lainnya. Dia mengaku, jika sedang ada razia di hotel, tamu yang tengah menginap sering merasa tidak nyaman.
“Bila terus-menerus hotel kelas melati menjadi sasaran razia, maka tidak menutup kemungkinan lambat laun pasti gulung tikar. Memang sudah menjadi kewenangan petugas keamanan, yaitu polisi dan Satpol PP, namun kami berharap kepada aparat untuk tidak terlalu sering melakukan razia,” keluh Elan. (Hermanto/Koran-HR)