Permukaan air Situ Wangi beberapa tahun belakangan ini tertutupi tumbuhan air, ganggang. Photo : Eji Darsono/ HR
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Permukaan Situ Wangi, Dusun Hayawang, Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, sudah hampir beberapa tahun ini tertutupi tumbuhan air (ganggang). Warga mengeluh, keberadaan ganggang tersebut akan mengakibatkan pendangkalan.
Dedi (59), warga Hayawang, RT 03 RW 13, ketika ditemui Koran HR, Sabtu ( 28/06/2015), membenarkan kondisi tersebut. Menurut dia, kini pertumbuhan gangang yang tidak terkendali. Dia mengira, pertumbuhan itu akan menghambat potosintesis dan mengakibatkan terjadinya pembusukan terhadap tanaman itu.
“Bila sudah busuk, tumbuhan itu (ganggang) akan mengendap dan menyebabkan Situ Wangi mengalami pendangkalan,” ucapnya.
Kepada Koran HR, Dedi bilang, sebelum Situ Wangi mendapat pengerukan pada tahun 2009, tumbuhan yang terdapat di permukaan air hanya jenis eceng dan teratai. Tapi kini justru ganggang tumbuh subur dengan cepat. Seandainya tidak segera dibersihkan, warga yang memanfaatkannya air Situ Wangi akan terganggu kesehatannya.
Eman (56), warga lainnya, mengatakan, warga telah berupaya mengangkat dan membersihkan ganggang tersebut. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil. Malahan, warga terserang gatal-gatal dan alergi.
“Kalau tidak diantisipasi secepatnya, ini bisa menimbulkan masalah. Sebab, pertumbuhan ganggang bersifat parasit, dapat mengganggu kehidupan ikan dan sekitarnya,” katanya.
Nandang (46), pemancing asal Kawali, ketika dimintai tanggapan oleh Koran HR, Senin (29/06/2015), mengatakan, dulunya Situ Wangi merupakan tempat yang menarik untuk memancing. Sebab, selain airnya jernih, ikan-ikannya juga mudah didapatkan.
Namun, kata Nandang, setelah permukaan air dipenuhi ganggang, warna air di Situ Wangi mengalami perubahan. Spesies okan yang terdapat di dalam Situ Wangi juga menghilang.
Di tempat terpisah, Indra, siswa SMP N 1 Kawali, mengatakan, hampir setiap jenis ganggang bersipat eukaryotik hidup di air tawar dan tempat yang lembab. Ganggang yang hidupnya di permukaan air disebut ganggang subbaerial.
“Sedangkan yang hidup di dasar tanah merupakan ganggang edatik. Namun, terlepas ganggang edatik atau subbaerial, kalau dibiarkan akan menghalangi pemandangan dan keasrian Situ Wangi,” ucapnya. (dji/Koran-HR)