Antrian kendaraan arus balik yang melintasi jalur utama wilayah Kota Banjar, tampak padat. Selama Operasi Ketupat Lodaya 2015 ini, kasus kecelakaan lalu-lintas di wilayah Kota Banjar menurun hingga 50 persen. Photo: Hermanto/HR.
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Selama Operasi Ketupat Lodaya 2015, angka kecelakaan lalu-lintas yang tercatat di Unit Laka Lantas Polres Banjar sebanyak 7 kasus, satu diantaranya meninggal dunia, sedangkan sisanya mengalami luka parah dan ringan.
Kasatlantas Polres Banjar, AKP. Rislam Harfian, mengatakan, angka kasus kecelakaan lalu-lintas di Kota Banjar selama Operasi Ketupat Lodaya 2015, mengalami penurunan hingga 50 persen dari tahun sebelumnya.
Selain itu, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan pada masa Operasi Ketupat Lodaya tahun sebelumnya, juga lebih banyak, yaitu dua orang. “Tahun sekarang korban meninggal dunia menurun 50 persen, yakni hanya satu orang,” terangnya, kepada harapanrakyat.com, Rabu (22/07/2015).
Menurut Rislam, penurunan angka kasus tersebut dikarenakan semua jalur yang dianggap rawan telah diantisipasi petugas. Salah satunya adalah dengan memasang rambu-rambu peringatan bagi para pengendara.
Sementara, adanya kendaraan yang mengalami kecelakaan itu akibat kurang waspada, dan disiplin dari para pengendaranya. Untuk itu, pihaknya mengimbau agar pengendara lebih berhati-hati dan selalu waspada supaya selamat sampai tujuan.
“Kepada para pengendara, memasuki H+5 Lebaran ini, harus tetap berhati-hati dan waspada dalam perjalanan,” pungkasnya. (Hermanto/R3/HR-Online)