Antrian kendaraan arus balik dari arah Timur menuju Barat yang melintas di Jl. Brigjen. M Isa, tampak mengular hingga panjangnya mencapai lebih dari 4 kilometer. Photo: Hermanto/HR.
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Pada H+4 Lebaran, Selasa (21/07/2015), volume kendaraan arus balik dari arah Timur menuju Barat yang melintasi jalur utama wilayah Kota Banjar, Jawa Barat, tepatnya di Jl. Brigjen. M Isa, mulai padat hingga mengakibatkan kemacetan cukup panjang.
Pantauan harapanrakyat.com di lapangan, kemacetan kendaraan arus balik terjadi pada jam 17.10 WIB, dengan panjang mencapai kurang lebih 4 kilometer. Antrian kendaraan didominasi mobil pribadi dan bus pariwisata.
Badriawan (40), seorang pebalik asal Yogyakarta tujuan ke Bandung, mengaku, dirinya bersama rombongan terjebak macet mulai dari daerah Lumbir, Jawa Tengah. “Wong namanya juga musim mudik mas, ya sudah resiko kayak gini, macet. Dari Yogyakarta sampai Kota Banjar saja memakan waktu sampai 22 jam,” ungkap Badriawan.
Sementara itu, Kapolresta Banjar, AKBP. Novri Turangga, mengatakan, peningkatan volume kendaraan untuk saat ini mencapai 80 persen. Ia memprediksikan, untuk puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H+4,yakni hari ini.
“Malam ini diperkirakan puncaknya arus balik, karena besok PNS maupun pekerja lainnya sudah mulai kerja, rutinitas seperti biasanya,” katanya, kepada harapanrakyat.com.
Novri menambahkan, selain peningkatan arus kendaraan, kemacetan ini pun disebabkan adanya persimpangan sempit di daerah Cisaga, Kabupaten Ciamis, serta adanya jalan amblas di daerah Cipadung, Kota Banjar. Kendaraan yang melintas sengaja diatur satu-persatu saat menanjak di bagian jalan yang patah.
“Kami sengaja mengatur kendaraan satu-persatu saat menanjak di jalan yang patah. Karena jika tidak diatur, khawatir kendaraan yang tengah naik akan mundur kembali dan menimpa kendaraan di belakangnya,” terang Novri.
Pihaknya menghimbau kepada seluruh pengendara agar berhati-hati, dan selalu waspada dalam berkendara. Hal itu demi keselamatan sampai ke tempat tujuan masing-masing. (Hermanto/R3/HR-Online)