Ilustrasi. Foto: Ist/Net
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Para pelaku seni, khususnya musisi beraliran musik rock dan dangdut di Kota Banjar, kurang mendapat perhatian dari pemerintah kota. Hal tersebut diungkapkan Ketua Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Kota Banjar, H. Maman Suryaman, kepada Koran HR, pekan lalu.
Dia mengaku, beberapa grup musik dangdut di Kota Banjar belum pernah sekalipun mendapat bantuan maupun fasilitas dari Pemkot Banjar. “Terus terang kami iri dengan kota maupun kabupaten lain yang pemerintahnya selalu mendukung para musisi atau pelaku seni,” ujar Maman.
Menurut Maman, selain dapat menghibur masyarakat, para pelaku seni juga dapat memberikan kontribusi yang positif kepada pemerintah. Selain itu, seniman pun bisa berdak’wah melalui seni.
Hal yang sama diungkapkan, Edi Kuncay, pemilik grup dangdut Bispak. Dia menyebutkan, banyak musisi asli Kota Banjar yang kini sukses di Jakarta. Bahkan, tidak lama lagi grup dangdut asal Kota Banjar, yaitu Zupen, akan tampil di salah satu acara televisi nasional.
Tentunya hal itu dapat mengharumkan nama Kota Banjar di tingkat nasional. “Walaupun minim perhatian dari Pemkot Banjar, namun para musisi Banjar bisa sukses di luar daerah,” kata Edi.
Sementara Trisna, musisi beraliran musik metal, mengatakan, seharusnya pemerintah kota memperhatikan, mengakomodir, dan menampung para musisi yang ada di Kota Banjar. Karena, banyak diantara mereka yang memiliki potensi, baik musisi dari aliran dangdut maupun rock.
“Sudah saatnya pemerintah lebih memperhatikan para pelaku seni di Kota Banjar, sebab banyak yang berpotensi mengharumkan Kota Banjar, dan ini harus segera diakomodir,” harapnya.
Dalam memberikan perhatian kepada para musisi, lanjut Trisna, pemerintah pun harus jelas, adil, serta merata dengan memberikan fasilitasnya. Seperti membangun gedung kesenian, dan lebih memperbanyak kegiatan seni, baik tradisional maupun modern. Sehingga, seni di Kota Banjar tidak akan mati.
“Mau seni apa pun, musik apa pun, kegiatan seni apa pun yang berpotensi mengharumkan Kota Banjar dalam hal positif memang harus didukung, terlebih ketika seni tersebut mampu menjadi icon bagi Kota Banjar,” ujar Trisna. (Hermanto/Koran-HR)