Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Perubahan cuaca dari musim penghujan ke musim kemarau ternyata tidak melulu berdampak negatif. Justru, di musim kemarau ini sebagian besar petani di wilayah Bebedilan Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang dan Blok Liposos, Desa Ciganjeng, Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, merasa senang.
Pasalnya, selama musim penghujan ini kedua wilayah itu kerap dilanda banjir. Sedangkan di musim kemarau, kedua wilayah itu kini bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam karena tidak lagi terendam air.
Dedi Suryadi, warga blok Bebedilan Desa Tunggilis, Kalipucang, saat dimintai keterangan Koran HR, pekan lalu, mengatakan, musim kemarau kali ini membawa berkah tersendiri bagi petani yang terdapat di wilayah tersebut.
“Lahan hektaran yang selama hampir satu tahun terendam air, kini bisa dipakai untuk menenaman padi, karena airnya sudah menyusut. Mudah-mudahan saja, tanaman padi kami ini bisa bertahan sampai panen,” katanya.
Senada dengan itu, Sugianto, petani di wilayah Blok Liposos, Padaherang. Menurut dia, selama musim hujan, wilayah tersebut sama sekali tidak bisa ditanami padi. Dan kini, kata dia, lahan seluas 450 hektar yang berada di Blok Liposos sudah kembali ditanami padi.
Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Desa Paledang dan Sukanegara, Padaherang. Para petani di wilayah tersebut tidak menyia-nyiakan musim kemarau kali ini dengan turun ke sawah. Kendati begitu, mereka tetap berharap Pemerintah Kabupaten Pangandaran membantu petani untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi di kemudian hari. (Ntang/Koran-HR)