Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Meski sudah pernah dirazia oleh petugas Satpol PP, kolong jembatan kereta api yang berada di Dusun Karangpucung, Desa Balokang, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, sampai saat ini masih tetap menjadi tempat favorit pasangan anak baru gede (ABG) untuk memadu kasih.
Bahkan, menurut sejumlah warga setempat, anak-anak tersebut seolah tidak takut walaupun warga sudah memperingatkannya. Hal itu terlihat dari aktifitas mereka, dimana setiap harinya ada saja yang mojok di bawah jembatan kereta api.
“Karena memang lokasinya jauh dari permukiman warga, sehingga kita tidak bisa setiap saat memergoki perbuatannya. Kita paling memperingatkannya bila mereka katahuan pas melintas ke permukiman warga,” tutur Oman, salah seorang warga sekitar, kepada harapanrakyat.com, Sabtu (30/05/2015).
Dia juga menyebutkan, pernah beberapa kali warga setempat yang kebetulan sedang berada di kebun, memergoki pasangan remaja masih lengkap menggunakan pakaian seragam sekolah, terlihat tengah bermesraan di bawah jembatan tersebut. Warga pun langsung mengusir pasangan remaja itu.
Tapi, kata Oman, keesokan harinya ada lagi pasangan remaja lainnya. Sehingga, warga pun terkadang dibikin dongkol oleh ulah mereka. “Namun ya itu tadi, karena jarak ke lokasi jembatan cukup jauh, jadi kita juga tidak bisa memantau terus. Mungkin ini hanya sekedar informasi dari warga sini kepada pihak pemerintah, bahwa di kolong jembatan kereta api ini masih tetap jadi tempat mojok pasangan remaja,” ujar Oman.
Pendapat serupa juga diungkapkan Ninda, warga lainnya, kepada harapanrakyat.com, Selasa (02/06/2015). Menurut dia, biasanya pasangan ABG itu datang diwaktu-waktu tertentu, seperti pada jam pulang sekolah dan saat sore hari.
“Kalau hari libur biasanya dari jam sembilan pagi juga sudah terlihat ada anak-anak remaja, baik yang berpasangan maupun tidak. Mereka menyimpan motornya di kebun yang ada di sekitar rumah warga,” tuturnya.
Baik Oman maupun Ninda, berharap, sebagai warga setempat merasa risi dengan aktifitas mereka yang kerap bermesraan di lokasi tersebut. Untuk itu, ada baiknya pihak-pihak berwenang lebih sering melakukan razia ke tempat itu. (Eva/Koran-HR)