Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar menargetkan Pendapatan Asli Daerah tahun 2015 sebesar Rp.103 miliar. Meski dalam enam bulan ini, yakni semester I, realisasinya baru mencapai 44,32 persen atau setara Rp.45,7 miliar, namun capaian sebesar itu sudah dianggap melebihi target.
Hal itu dikatakan Kabid. Pendapatan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Banjar, Drs. Maman Supratman. Dia menyebutkan, berdasarkan hasil evaluasi, masih ada beberapa OPD yang belum memenuhi target sebagaimana mestinya.
“Data nilai itu terhitung sampai 10 Juni 2015, dengan target teknis 44,11 persen, dan kita sudah mencapai 44,32 persen. Jadi ini sudah melebih target,” katanya, kepada harapanrakyat.com, Kamis (18/06/2015).
Maman juga menyebutkan, dari capaian persentase itu, masih ada beberapa OPD belum mengumpulkan PAD secara optimal atau kurang dari 44 persen. Artinya, pencapaian target 44,32 persen itu karena terbantu oleh OPD yang sudah menyetor lebih dari 44 persen.
Penyetor PAD yang telah penuhi target per 10 Juni 2015 yakni DCKTLH sebesar Rp.145 juta dari target akhir tahun Rp.300 juta, atau 48,22 persen. Selanjutnya, DPPKAD selaku OPD sudah mencapai 59,13 persen, atau Rp.131 juta dari target akhir tahun sebesar Rp.221 juta, dan DPPKAD selaku PPKD sebesar 70,40 persen, atau Rp.12 miliar dari target akhir tahun sebesar Rp.17 miliar, serta Disperindagkop yang telah merealisasikan 46,47 persen, atau Rp.606 juta dari target akhir tahun sebesar Rp.1,3 miliar.
Sedangkan, OPD yang belum memenuhi target pada semester I ini diantaranya, Dinkes 29,27 persen, atau Rp.1,6 miliar dari target akhir tahun sebesar Rp.5,5 miliar, BLUD Rumah Sakit Umum 40,03 persen, atau Rp.30,3 miliar dari target akhir tahun yang jumlahnya mencapai Rp.75,8 miliar.
Kemudian, Dinas PU baru mencapai 14,09 persen, yakni Rp.19 juta dari target akhir tahun sebesar Rp.137 juta, Dishubkominfopar 42,43 persen, atau Rp.428 juta dari target akhir tahun Rp.1 miliar, BPMPPT 28,91 persen, atau Rp.347 juta dari target akhir tahun sebesar Rp.1,2 miliar, dan Dinas Pertanian baru terealisasi 18,70 persen, yakni setara Rp.139 juta dari target akhir tahun sebesar Rp.745 juta.
“Belum tercapainya raihan dari beberapa OPD itu, mungkin akibat belum berjalannya proyek pekerjaan pembangunan, atau masih dalam proses agenda persiapan kegiatan. Karena, untuk peningkatan PAD salah satunya bergantung pada hal tersebut. Semakin banyak kegiatan, maka akan semakin tinggi PAD yang akan diterima,” tandasnya.
Meski demikian, pihaknya optimis target PAD tahun 2015 dapat tercapai. Sebab, semua OPD teknis akan tergerak memacu inovasi baru, proaktif, dan bergerak cepat untuk menggarap potensinya masing-masing.
Terlebih inventasi di Kota Banjar dari tahun ke tahun selalu meningkat. Sehingga, dalam anggaran perubahan nanti, target PAD akan dinaikkan sekitar Rp.10 miliar. Jadi, dari target anggaran murni sebesar Rp.103 miliar itu, kemungkinan akan naik menjadi Rp.113 miliar.
“Intinya, evaluasi ini berguna untuk melihat antara investasi dan pendapatan. Jika investasi naik, pendapatan juga harus melonjak,” kata Maman. (Nanang S/Koran-HR)