Tantan tengah melayani konsumen yang datang ke rumah. Menjadi penjual batang dan batu akik merupakan anugerah tersendiri bagi kehidupan keluarganya. Foto: Abdulloh Mukhlis/HR.
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Sejak mulai booming demam batu akik di Indonesia, Tantan, warga Lingkungan Bobojong, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, nekad beralih usaha, dari sebelumnya menjual mainan anak-anak, menjadi penjual batang dan batu akik.
Ketika ditemui HR di rumahnya, Selasa (02/06/2015), Tantan menuturkan awal mula dirinya menggeluti usaha jualan kedua barang tersebut. Menurutnya, demam batu akik menjadi peluang baginya untuk merubah ekonomi keluarganya.
Alhasil, dirinya kini sudah mampu membuktikan bahwa bisnis batang dan batu akik memang sangat menjanjikan. Hal itu terbukti, dari hasil usaha yang digelutinya sekarang, dia sudah bisa merehab rumahnya.
“Alhamdulillah, tadinya dinding rumah saya ini terbuat dari bilik bambu, dan sekarang sudah diganti dengan tembok. Bahkan, saya juga sudah bisa menambah satu ruangan di depan untuk memajang barang dagangan saya,” tuturnya.
Tantan mengaku, setiap harinya ada saja konsumen yang datang ke rumah maupun ke tempat mangkalnya di Alun-alun Banjar, baik untuk membeli batang maupun batu akik.
“Kalau pagi sampai siang saya jualan di rumah, dan dari jam setengah enam sore sampai jam sepuluh malam saya mangkal di Alun-alun Banjar,” katanya.
Dia juga menyebutkan, batu akik yang dijualnya bermacam-macam jenis, serta harganya pun bervariatif, dari mulai harga batu akik Rp.100 ribu sampai harga Rp.1 juta. Sedangkan, untuk batang tersedia mulai dari bahan titanium, rodium, dan alloy.
Tantan juga mengaku, dulu waktu masih jualan mainan, penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Tapi sekarang, penghasilan dari menjual batang dan batu akik jauh lebih besar. Batu akik yang dijual pun bisa langsung dites keasliannya di tempat Tantan. (AM/Koran-HR)