Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Pemerintah Desa Kujangsari, Kec. Langensari, mewakili kota Banjar dalam Lomba Desa tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2015. Tim penilai provinsi telah melakukan penilaian terhadap kinerja pembangunan masyarakat dan pemerintahan desa, pada Rabu, (20/05/2015).
Kepala Desa Kujangsari, Siti Aisah, mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan seluruh materi untuk penilaian lomba desa tersebut, baik dari segi administrasi maupun teknis lainnya. Termasuk mempersiapkan bahan eksposing dengan menguraikan beberapa potensi unggulan desa, baik potensi alam, ekonomi, sosial maupun SDM.
“Saat terpilih menjadi Pemdes untuk mewakili kota Banjar lomba desa tingkat provinsi Jabar, kami telah mengerahkan segala upaya agar semuanya berjalan lancar, dan berharap menjadi yang terbaik tingkat provinsi,” ujarnya kepada HR.
Meski begitu, menurut Siti Aisah, Lomba Desa bukanlah segalanya. Yang terpenting, pihaknya mampu memberikan karya nyata bagi masyarakatnya secara nyata, melalui pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga.
“Untuk itu, kami berharap masyarakat Kujangsari bisa lebih meningkatkan kebersamaan dan kesadaran, dalam membangun desa. Begitu pula seluruh aparatur desa harus lebih sigap dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” harapnya.
Indikator keberhasilan tersebut, kata Siti, salah satunya melalui profil desa, dengan capaina pembayaran PBB, pembangunan infrastruktur, ekonomi, sosial, dan budaya yang telah dilaksanakan, termasuk potensi unggulan yang ada.
“Desa kami memiliki potensi unggulan dalam bidang ketahanan pangan, dimana kelompok lumbung padi Sri Asih di dusun Sindang Asih, telah mendapat prestasi tingkat provinsi Jabar, dan akan berlomba di tingkat nasional,” tandasnya.
Persedian pangan di desanya, kata Siti Aisah, tidak perlu dikhawatirkan, karena telah mempunyai persediaan yang cukup demi memenuhi kebutuhan warganya. Hal itu bisa dilihat dengan tersedianya gabah sebesar 32 ton di lumbung Sri Asih.
“Bidang ekonomi, disini kami memproduksi gula kelapa, dalam satu hari mampu berproduksi hingga 2,7 ton, dan telah memiliki pemasaran ke Bandaung,” ucapnya.
Untuk home industry, di Desa Kujangsari memiliki pembuatan pisang sale, opak oven, klontong, rangginang, dan telah memiliki pemasaran hingga ke Jakarta. Untuk budidaya jamur, Siti Aisah mengatakan, kelompoknya telah bisa panen harian hingga mencapai rata-rata 10 kg, dengan harga per-kilo mencapai Rp. 10.000. “Usaha ini dibawah bimbingan UP2K Desa Kujangsari,” ujarnya.
Sementara itu, BUMDes yang ada telah berjalan dengan baik, dari modal awal 1,2 Miliar dengan tingkat kemacetan hanya 1%, telah mampu mendukung kesejahteraan masyarakat. (Nanks/R1/Koran-HR)