Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Ma’arif NU Bangunsirna, Kabupaten Ciamis berencana memperketat sistem kelulusan bagi para siswanya. Hal itu sengaja dilakukan untuk mengukur sejauhmana kemampuan para siswa dalam menghadapi ujian serta meraih kelulusan.
Kepala SMK Ma’arif NU Bangunsirana, Johan Juhari Anwari, S.Sos, ketika ditemui harapanrakyat.com, Sabtu (02/05/2015), membenarkan wacana untuk memperketat sistem kelulusan para siswanya tersebut.
“Soalnya, kelulusan itu juga menentukan pendidikan lanjutan siswa, apakah melanjutkan ke perguruan tinggi atau langsung bekerja. Namun jika kami memaksakan kelulusan hanya untuk menyelamatkan nama baik sekolah, itu tidak benar,” katanya.
Johan menilai wajar seandainya Pemerintah Kabupaten Ciamis ataupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memiliki target kelulusan 100 persen pada tahun 2015 ini. Menurut dia, hal itu untuk menyelamatkan nama baik daerah dan dunia pendidikan.
“Padahal itu bisa sangat bertolak belakang. Artinya setiap sekolah memaksakan siswa yang tidak layak lulus menjadi lulus. Khusus di sekolah ini, apabila ada siswa yang dinyatakan tidak lulus, tidak akan dipaksakan untuk lulus, meski pemerintah menargetkan semua sekolah meluluskan seluruh siswanya,” ungkapnya.
Percuma saja, imbuh Johan, seandainya siswa yang dipaksakan lulus tersebut justru tidak memiliki kualitas ataupun tidak mempunyai kemampuan apapun. Lebih baik, siswa tersebut kembali mengikuti pembelajaran dan melaksanakan ujian pada tahun berikutnya. (Es/R4/HR-Online)