Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kelas jauh Yayasan Al-Huda yang berada di dusun Caringin, Desa Pasirnagara, Kecamatan Pamarican, Kab. Ciamis, telah selama satu tahun mengaku tidak menerima bantuan operasional sekolah (BOS), akhirnya mereka harus membiayai kegiatan belajar mengajar menggunakan dana pribadi.
“Padahal Yayasan Al-Huda sudah mendaftarkan kegiatan pembelajaran kelas jauh ke Dinas Pendidikan kabupaten Ciamis, dan kami terdaftar dengan sekolah induk SMP N 3 Pamarican,” jelas Ajar (33), guru pengajar (filial) kelas jauh Yayasan Al-Huda, kepada harapanrakyat.com, Rabu, (20/05/2015).
Sekolah induk (SMP N 3), menurut Ajat, hingga kini juga tidak pernah mengucurkan dana BOS untuk yayasannya, dan kebutuhan siswa semuanya ditanggung yayasan, mulai dari buku hingga seragam sekolah.
“Kami berharap ada transparansi dari pihak sekolah induk mengenai BOS untuk yayasan kami, dan kami juga mendengar bahwa dari dinas pendidikan kabupaten dananya telah dicairkan,” ungkapnya.
Kepala SMP N 3 Pamarican, Drs. Endang Sudarman, MM., saat dikonfirmasi harapanrakyat.com, Rabu, (20/05/2015), membantah bahwa pihak tidak menggelontorkan BOS bagi Yayasan Al-Huda.
“Sudah kami realisasikan, baik biaya honor pengajar, kebutuhan buku serta seragam untuk siswa. Bisa dikonfirmasi kepada bendahara BOS sekolah kami,” tandasnya.
Menanggapi tudingan tersebut, menurut Endang, telah terjadi miss komunikasi antara yayasan dan pihak sekolah induk. Dan Endang meminta hal ini untuk tidak dibesar-besarkan.
“Toh selama ini kegiatan berjalan. Kami selalu memberikan hak mereka, malahan pihak yayasan selama ini sulit diajak koordinasi, bahkan saat diundang juga tidak datang. Padahal undangan itu sangat penting demi kelangsungan kegiatan ini,” tukasnya. (Suherman/R1/HR-Online)