Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Pembangunan Aula Kantor Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ternyata sudah hampir dua tahun ini terpaksa terhenti. Padahal, bangunan aula desa tersebut sangat dibutuhkan keberadaannya.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kutawaringin, Katim Husaenudin, pekan lalu, membenarkan, pembangunan aula desa tersebut sudah lama tidak ditindaklanjuti. Menurut dia, selama hampir dua tahun pembangunan itu terhenti.
“Alasannya karena pemerintah desa tidak memiliki anggaran untuk melanjutkan pembangunan,” katanya.
Katim mengaku, pihaknya sudah memberikan dorongan kepada Pemerintah Desa Kutawaringin untuk mengajukan dan mempriortaskan penyelesaian pembangunan aula melalui Musrenbangdes.
“Mudah mudahan dengan adanya dukungan dari semua unsur, pembangunan aula ini bisa segera ditindaklanjuti,” kata Katim.
Sebelumnya, Sekretaris Desa Kutawaringin, Engkas Sunardi, belum lama ini, mengatakan, pembangunan aula desa tersebut diawali sekitar dua tahun kebelakang. Menurut dia, saat itu Kepala Desanya masih dijabat oleh Katim.
“Pembangunan aula ini memang belum dilanjutkan, mengingat untuk saat ini pihak desa belum mempunyai anggaran. Namun dalam waktu dekat, insyaallah pembangunannya akan dilanjutkan kembali, anggarannya sudah diajukan dalam musrenbang,” terang Engkas.
Sementara ini, kata Engkas, kegiatan pertemuan dan rapat-rapat masih menggunakan aula desa yang lama. Menurut dia, bangunan aula desa yang lama kurang memadai untuk kegiatan atau even besar. Sedangkan bangunan aula yang baru belum selesai dibangun.
“Sedangkan kalau ada pertemuan, menggunakan banggunan aula lama, dengan jumlah peserta yang banyak, peserta suka terasa panas dan pengap, apa lagi kalau sudah banyak yang merokok, makin terasa panasnya, karena ruangan aula lama milik Desa ruangannya tertutup, jadi sirkulasi udara mutar di tempat,” katanya.
Kepala Desa Kutawaringin, Slamet Bahtiar, membenarkan, pembangunan aula desa yang baru terbentur masalah dana, sehingga proses pembangunannya terpaksa terhenti. “Kalau sudah ada bantuan dana dari pemerintah, pembangunan aula bisa dilanjutkan,” katanya. (Suherman/Andri/Koran-HR)