Ilustrasi. Foto: Ist/Net
Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-
Wakil Ketua II PGRI Kabupaten Pangandaran, Dodi Djubardi, mengungkapkan, digelarnya diklat yang bertemakan “Implementasi Revolusi Mental dalam Pembelajaran sebagai Upaya Pembentukan Karakter Peserta Didik” diharapkan dapat membentuk karakter guru dan kepala sekolah agar meningkatkan etos kerjanya saat memberikan pembejaran kepada siswa didiknya.
“Kita berharap melalui diklat ini seluruh guru di Pangandaran memiliki kemampuan mendidik yang lebih berkualitas, seperti memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan siswa didiknya, kemampuan menunjukan empati serta membangun ketulusan ketika menjalankan tugasnya sebagai pendidik,” ujarnya, disela-sela acara diklat di Gedung Dakwah Padaherang, Senin (11/05/2015).
Selain itu, Dodi mengatakan, pihaknya sebagai organisasi guru, memiliki tanggungjawab moral dalam upaya peningkatan profesional guru. Hal itu sebagai wujud nyata dalam membangun pendidikan berkualitas di Kabupaten Pangandaran. [Baca juga: Guru di Pangandaran Diberi Diklat Tentang Pemahaman Revolusi Mental]
“Implementasi profesional seorang guru harus ditunjukan dengan memiliki hubungan baik dengan siswanya, tulus menerima dan memperhatikan siswanya serta menunjukan minat dan antusias yang tinggi dalam mengajar. Nah, kita ingin membangun kepribadian guru di Pangandaran seperti itu,” katanya.
Menurut Dodi, revolusi mental memiliki makna membangun karakter manusia secara postif. Karena tanpa melakukan pembangunan karakter terhadap manusia-nya, sekaya apapun negara, dipastikan akan hancur .
“Jadi, kita harus membangun karekter manusia-nya terlebih dahulu, agar mereka menjadi manusia yang berkualitas. Dengan begitu, untuk mewujudkan sebuah negara maju dengan rakyatnya sejahtera, akan mudah dicapai,” pungkasnya. (Ntang/R2/HR-Online)