Masyarakat Pangandaran yang tergabung dalam organisasi kepemudaan dan LSM saat berada di lokasi pembangunan Hotel Aston City, di Jalan Pamugaran-Muara, Dusun Sukaresik, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Selasa (31/03/2015). Photo : Madlani/ HR
Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-
Gelombang protes terhadap pembangunan Hotel Aston City yang dianggap telah melanggar aturan, karena memasang tiang pancang di Jalan Pamugaran-Muara Cikembulan, terus menggelinding. Ormas Pemuda Pancasila (PP) yang menggugat masalah ini, langsung mengklarifikasi terkain perijinan pembangunan hotel tersebut ke BPPTPM (Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal), Rabu (01/04/2015).
Ketua Harian I MPC (Majelis Pimpinan Cabang) Pemuda Pancasila Kabupaten Pangandaran, Drs. Anton Atong Sugandi, mengatakan, pihaknya ingin mendapatkan penjelasan dari BPPTPM terkait perizinan pembangunan Hotel Aston City.
“Kita khawatir saja, karena pembangunan hotel Aston City menyerobot jalan umum. Bahkan, sekarang saja sudah dipasang tiang pancang,” katanya.
Menurut Anton, Jalan Raya Pamugaran-Muara Cikembulan sudah jelas merupakan jalan umum yang sudah lama dibangun. “Sekarang tahu-tahu jalannya dipasang tiang pancang, aturannya itu bagaimana. Masa di jalan umum bisa berdiri bangunan. Pada aturannya pun sudah jelas bahwa jalan umum tidak boleh dibangun jalan,” katanya.
Selain itu, lanjut Anton, pengembang Hotel Aston City pun sudah melakukan pengurugan di aliran sungai muara Cikembulan. Dia khawatir dengan adanya pengurugan itu akan membuat tersumbatnya aliran sungai tersebut.
Dengan begitu, tegas Anton, pihaknya meminta Pemkab Pangandaran agar segera menghentikan proyek pembangunan Hotel Aston City. “Jika pembangunan hotel itu terus dilanjutkan, kita akan terus protes,” tegasnya.
Dihubungi terpisah, Kepala BPPT Kabupaten Pangandaran, Tatang S Praja, mengatakan, pihaknya akan kembali mengkaji perizinan pembangunan hotel tersebut. Pihaknya, kata dia, sudah meminta agar pengembang segera menghentikan aktifitas pembangunan tersebut.
“Kami sudah minta kesadarannya agar pembangunan hotel itu segera dihentikan,” tegasnya. (Ntang/R2/HR-Online)