Rombongan Komisi V DPRD Jabar saat membahas rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pangandaran bersama Pemkab Pangandaran, di Aula Setda Kabupaten Pangandaran, Jumat (17/04/2015). Foto: Madlani/HR
Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-
Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, H. Yumanius Untung, mengungkapkan, program peningkatan status Puskesmas Pangandaran yang akan ditingkatkan menjadi RSUD tipe D sebaiknya diurungkan. Karena, kata dia, usulan untuk membangun RSUD baru di Kabupaten Pangandaran sudah masuk dalam usulan Musrenbang Jabar tahun 2014.
Yumanius menambahkan, dalam usulan pembanguan rumah sakit di Pangandaran, tidak perlu menyertakan program peningkatan Puskesmas Pangandaran. Apabila Puskesmas Pangandaran ingin mendapat bantuan dana provinsi untuk perbaikan fasilitas, sebaiknya diusulkan dalam pengajuan proposal yang terpisah.
“Namun, kami sepakat kedua program itu harus direalisasikan, tetapi harus berjalan secara terpisah. Karena pembangunan RSUD baru lebih penting ketimbang hanya sekedar peningkatan status puskesmas,” katanya, saat rombongan Komisi V DPRD Jabar membahas rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pangandaran bersama Pemkab Pangandaran, di Aula Setda Kabupaten Pangandaran, Jumat (17/04/2015).
Yumanius mengatakan, mengingat kondisi anggaran Pemprov Jabar yang terbatas, dirinya khawatir apabila dua pengajuan pembangunan RSUD diusulkan secara bersamaan, malah akhirnya ditangguhkan.
“Sebaiknya Puskesmas Pangandaran tidak usah ditingkatkan menjadi rumah sakit, lebih baik ditingkatkan saja fasilitasnya. Sementara Pemkab Pangandaran konsen saja mengusulkan pembangunan RSUD baru,” terangnya.
Yumanius pun mengaku setuju apabila Puskesmas Pangandaran dilengkapi fasiltiasnya, mengingat keberadaannya terletak di kawasan wisata. “Memang fasilitas di Puskesmas Pangandaran harus dilengkapi, karena dibutuhkan untuk menolong para wisatawan yang membutuhkan penanganan medis,” ujarnya. (Mad/R2/HR-Online)