Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekarharja, merupakan produk unggulan Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, untuk memenuhi target Pendapatan Asli Desa (PAD) yang dibebankan. Kepala Desa Mekarharja, Saptono, saat ditemui HR di ruang kerjanya, Selasa (14/04/2015), mengatakan, BUMDes Mekarharja sudah bisa menghasilkan Rp90 juta per tahun, atau Rp7,5 juta per bulan.
Baca juga: BAPPEDA Prov. Jabar Kunjungi Pelaksanaan Musrenbang di Desa Mekarharja
Sedangkan, modal BUMDes yang ada sekarang sudah mencapai Rp1,7 miliar. Menurut Saptono, usaha produk unggulan yang sudah berjalan memakai dua cara atau tekhnik, diantaranya melalui simpan pinjam dengan tujuan membantu masyarakat hidup sejahtera dan bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
“Dengan bunga 1,1 persen, pada tahun 2015 ini Sisa Hasil Usaha atau SHU BUMDes Mekarharja punya target 100 juta rupiah per tahun, dan tiap tahunnya mengadakan gebyar berupa santunan, diantaranya 12 kipas angin untuk DKM, serta menyantuni 99 orang jompo,” tuturnya.
Kemudian cara yang kedua, lanjut Saptono, yakni di bidang ekonomi perdagangan, dimana BUMDes akan menyediakan barang sesuai kebutuhan yang dipesan nasabah, seperti lemari es, telvisi, mebeler meliputi meja, kursi dan lemari, parabola, dan rak piring.
Bahkan, dalam bidang ekonomi perdagangan ini tidak hanya melayanai konsumen warga Desa Mekarharja saja, tapi bisa juga melayani konsumen dari desa terdekat. Namun tentunya dengan syarat harus memberikan data yang akurat dan dapat dipercaya.
Saptono menyebutkan, bahwa tahun 2015, BUMDes Mekarharja akan mendapatkan modal dari APBDes sebesar Rp.300 juta. Rencananya nanti Rp.200 juta diprioritaskan untuk penambahan modal simpan pinjam agar bisa menaikkan plafon, dan yang Rp.100 juta diperuntukkan bagi ternak sapi penggemukan.
Baca juga: Saluran Irigasi Pasir Leutik, Wahana Renang Anak Desa Mekarharja
“Dalam ternak sapi ini akan disimpan di warga yang sudah siap memelihara. Mulai dari sekarang warga kami sedang membuat kandang. Pengadaan sapinya tidak akan lama apabila anggaran sudah turun. Sedangkan, tekhnik dan komitmen cara memelihara ternak sapi yang baik, itu akan dimusyawarahkan dulu, biar nanti hasilnya bisa memuaskan sesuai harapan,” pungkas Saptono. (AM/Koran-HR)