Kepala Desa Kertahuyu, Affandy, saat berbincang dengan para tetangga Muhammad Ihsan Rais (16), seorang santri asal Dusun Cisaar RT 10/RW 03 Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, yang ditangkap bersama 15 Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya di perbatasan Turki- Suriah oleh aparat keamanan otoritas Turki. Foto: Andri/HR
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Muhammad Ihsan Rais (16), seorang santri asal Dusun Cisaar RT 10/RW 03 Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, yang ditangkap bersama 15 Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya di perbatasan Turki- Suriah oleh aparat keamanan otoritas Turki, karena diduga akan bergabung dengan organisasi ISIS (Islamic State of Iraq and Syria), ternyata di lingkungan kampungnya dikenal sebagai sosok pemuda tertutup.
Setelah Ayah Ihsan, Eman Sulaeman (55), enggan menjelaskan secara rinci maksud dan tujuan anaknya pergi ke Suriah, HR Online mencoba mendatangi tetangga sang santri tersebut guna menelisik rekam jejaknya selama bersosialisasi di masyarakat sekitar.
Dari hasil wawacara HR dengan sejumlah tetangganya, disimpulkan bahwa Ihsan dan keluarganya dikenal sebagai warga yang jarang bersosialisasi atau bergaul dengan tetangganya. Terlebih, Ihsan dari umur 10 tahun, sudah meninggalkan kampung halamannya untuk belajar di sebuah pesantren yang berada di Kota Bogor.
Namun demikian, Ihsan di mata tetangganya dikenal sebagai sosok pemuda pendiam dan pintar. Kecerdasan pemuda berusia 16 tahun ini sudah terlihat sejak dia masih kecil. Ihsan dan keluarganya pun dikenal sebagai muslim taat beribadah serta menerapkan pola hidup disiplin dalam aktivitas kesehariannya.
“Saya tidak percaya kalau Ihsan bergabung dengan ISIS. Karena setahu saya dia anak pendiam dan pintar. Seingat saya waktu dia kecil sering bergaul dengan anak-anak di sini. Dan dia terlihat menonjol kepintarannya jika dibanding anak-anak lainnya,” kata Sukirno, tetangga Ihsan, saat ditemui HR, Minggu (15/03/2015).
Namun, lanjut Sukirno, ketika Ihsan pindah sekolah dan melanjutkan pendidikan di sebuah pesantren di Kota Bogor, dirinya sudah tidak lagi mengamati perkembangan pemuda pendiam tersebut. “ Ketika sudah mesantren di Bogor, dia jarang pulang kampung. Paling terlihat saat waktu lebaran saja dia pulang kampung. Saat berada di rumahnya pun dia jarang bergaul lagi dengan para tetangga,” katanya. (Andri/R2/HR-Online)
Ikuti berita selanjutnya warga Ciamis ditangkap di Turki dan berita menarik lainnya di Harapan Rakyat Online melalui akun twitter: Koran Harapan Rakyat dan fans page facebook: Harapan Rakyat Online
Berita Terkait
Gabung ISIS, Warga Ciamis yang Ditangkap di Turki Ternyata Santri dari Pamarican
Dandim Pastikan 5 dari 16 WNI yang Ditangkap di Turki Benar Warga Ciamis
Ini Cerita Santri asal Ciamis Berniat Berangkat ke Suriah dan Ditangkap di Turki
Disinggung Soal ISIS, Ayah Santri Ciamis yang Ditangkap di Turki Ini Marah