Ilustrasi PJU. Foto: Ist/Net
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com), –
Minimnya penerangan jalan umum di sejumlah wilayah pedesaan membuat kekhawatiran tersendiri bagi sejumlah pengendara roda dua. Apalagi belakangan ini, kasus pembegalan marak diberitakan di sejumlah media masa. Kekhawatiran itu pun dirasakan oleh Dimas, warga Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Ketika ditemui HR, Senin (09/03/2015), Dimas mengakui, setelah munculnya pemberitaan tentang kasus pembegalan di sejumlah media, dia seringkali merasa was-was ketika melewati jalan raya Ciamis-Kawali, tepatnya di jalur Alinayin.
“Setelah pulang kerja, malam hari, saya seringkali melewati jalur itu (Alinayin). Soalnya jalur ini sepi dan gelap. Apalagi banyak cerita menyebutkan, kawasan ini rawan tindak kejahatan,” katanya.
Dimas berharap, Pemerintah Kabupaten Ciamis menyediakan fasilitas penerangan di kawasan jalan Ciamis-Kawali, tepatnya mulai dari wilayah Kecamatan Baregbeg sampai ke wilayah Kecamatan Cipaku.
“Mudah-mudahan saja, setelah dipasangi lampu, kawasan itu menjadi lebih ramai dan tidak lagi rawan tindak kejahatan,” ucapnya.
Senada dengan itu, Deni, warga Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, menuturkan, selain kawasan Alinayin, minimnya penerangan juga terjadi di wilayah Sukamaju.
”Kebetulan saya bekerja di kampus Unigal. Saat kebagian tugas piket malam, terkadang suka was-was saat melewati kawasan perkebunan yang kondisinya sangat gelap,” katanya. (DSW/Koran-HR)