Sabtu, April 5, 2025
BerandaBerita CiamisIni Alasan Kades di Ciamis Protes Penghasilan Tanah Bengkok Ditarik ke APBDes

Ini Alasan Kades di Ciamis Protes Penghasilan Tanah Bengkok Ditarik ke APBDes

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan Pemkab Ciamis, Drs. Endang Sutrisna, mengungkapkan, munculnya penolakan dari kepala desa terkait penarikan penghasilan dari tanah bengkok menyusul program bantuan keuangan desa yang diluncurkan pemerintah pusat tidak sesuai dengan yang digembor-gemborkan selama ini. Karena, wacana sebelumnya, satu desa akan mendapat bantuan Rp. 1 milyar, namun dalam kenyataannya hanya sekitar Rp. 200 juta.

“Mereka beralasan jika upah dari tanah bengkok dipotong 70 persen, maka penghasilan mereka akan sama saja atau malah semakin kecil dari sebelum ada tunjungan yang bersumber dari bantuan desa yang dikucurkan pemerintah pusat. Sementara beban pekerjaan perangkat desa semakin berat,” ujarnya, kepada HR, pekan lalu.

Namun begitu, kata Endang, pihaknya meminta kepala desa untuk patuh terhadap aturan yang dikeluarkan Kemendagri tersebut. Karena pemerintahan pusat akan secara bertahap dalam menaikan anggaran bantuan desa. “ Untuk mencapai bantuan Rp. 1 milyar, pemerintah akan memberikan secara bertahap atau setiap tahun besaran bantuannya naik,” ujarnya.

Endang menambahkan, meski upah tanah bengkok dipotong 70 persen, tetapi uangnya tetap dikelola oleh pemerintah desa. “ Kalau uang di desa semakin besar, tentu kepala desa akan leluasa dalam melakukan pembangunan di desanya dan akan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dengan adanya penolakan tersebut, kata Endang, pihaknya kini tengah menunggu jawaban dari Kemendagri. Selain Pemkab Ciamis, lanjut dia, APDESI Kabupaten Ciamis pun sudah melayangkan surat protes terkait aturan tersebut ke Kemendagri.

“Kita tunggu saja bagaimana jawaban dari Kemendagri. Kalau menurut Kemendagri aturan itu harus dilaksanakan, maka segera kami tindaklanjuti. Kalau seandainya diubah atau dipending aturan tersebut, ya kita akan mengikuti juga. Intinya, kita tidak mau melanggar aturan, karena aturan yang terbitkan pemerintah pusat harus dijalankan oleh pemerintah daerah,” terangnya. (Bgj/Koran-HR)

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Tidak semua tokoh besar mendapat tempat dalam buku sejarah Indonesia. Beberapa nama tetap hidup melalui cerita lisan yang diwariskan turun-temurun. Sejarah Tumenggung Kopek adalah...
Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan baru saja memperkenalkan generasi terbaru dari Nissan Micra EV 2025. Mobil Nissan terbaru tersebut kini bertransformasi menjadi kendaraan listrik sepenuhnya. Nissan Micra atau...
Pemandian Air Panas

Menikmati Wisata Pemandian Air Panas Cileungsing Sumedang Saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Obyek wisata Pemandian Air Panas Cileungsing di Cilangkap, Kecamatan Buahdua, Sumedang, Jawa Barat, kembali menarik ribuan wisatawan pada libur Lebaran 2025. Destinasi wisata ini...
Obyek Wisata Sepi Pengunjung

Obyek Wisata Sepi Pengunjung Saat Libur Lebaran, Wali Kota Banjar: Perlu Ada Perubahan

harapanrakyat.com,- Wali Kota Banjar, Jawa Barat, Sudarsono, menanggapi perihal sejumlah obyek wisata sepi pengunjung pada momen libur Lebaran 2025. Sudarsono mengatakan, Pemerintah Kota Banjar ke...
Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone baru saja merilis Armor 30 Pro, sebuah smartphone tangguh yang menggabungkan daya tahan luar biasa dengan teknologi terkini. Dirancang khusus untuk pengguna yang...
Pergerakan Tanah di Neglasari

Pergerakan Tanah di Neglasari Ciamis, Sejumlah Rumah dan Jalan Desa Alami Kerusakan

harapanrakyat.com,- Akibat adanya pergerakan tanah di Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, ruas jalan desa juga mengalami...