Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Ustad Eman Sulaeman (55), ayah Muhammad Ihsan Rais (16), salah satu dari 16 Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap pihak keamanan dari otoritas Turki di perbatasan Turki- Suriah, tampak marah saat ditanya mengenai dugaan anaknya pergi ke Suriah untuk bergabung dengan organisasi ISIS (Islamic State of Iraq and Syria).
“Media tidak mempunyai hak untuk mencari tahu soal itu,” bentak Ustad Eman, ketika ditanya mengenai dugaan anaknya pergi ke Suriah untuk bergabung dengan organisasi ISIS, saat ditemui HR Online, di rumahnya di Dusun Cisaar RT 10/RW 03 Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Sabtu (14/03/2015).
Raut muka Ustad yang belakangan diketahui sebagai tokoh organisasi LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) ini pun tampak murka. Dia pun tampak kembali marah saat HR Online mencoba mengambil gambar dirinya.
Akhirnya, setelah diberi pemahaman oleh Kepala Desa Kertahayu, Affandi, yang mendampingi HR Online saat mengunjungi Ustad Eman, suasana pun kembali mencair. Saat HR Online kembali menanyakan soal ISIS, Ustad Eman kembali bungkam dan langsung meminta mengakhiri wawancara. (Andri/R2/HR-Online)
Berita Terkait
Gabung ISIS, Warga Ciamis yang Ditangkap di Turki Ternyata Santri dari Pamarican
Dandim Pastikan 5 dari 16 WNI yang Ditangkap di Turki Benar Warga Ciamis
Ini Cerita Santri asal Ciamis Berniat Berangkat ke Suriah dan Ditangkap di Turki