Dua jenis tanaman yang ditanam dalam sebuah ember plastik dan popok bayi bekas. Foto: Eva Latifah/HR.
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Akibat banyaknya lahan pertanian yang kini beralih fungsi menjadi bangunan, Ujang Solihin, menciptakan media tanaman yang tergolong unik dan inovatif, yakni memanfaatkan limbah sampah berupa ember plastik, popok bayi dan sedotan plastik.
Media tanaman tersebut dinamakan Ciusol Bottom Up. Nama Ciusol sendiri merupakan singkatan dari Ciamis Ujang Solihin. Menurut Ujang, limbah sampah berupa ember plastik dibalut dengan karung, lalu diisi tanah.
Di bagian sisi ember disimpan sebuah bambu berukuran kecil dan diberi lubang di tengahnya. Kemudian, seluruh wadah ember dipenuhi tanah untuk selanjutnya tinggal memilih jenis tanaman yang akan ditanam.
Menurut dia, cara-cara seperti itu kini sudah dijalankan oleh anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi di Desa Balokang, Kec/Kota Banjar. Mereka memanfaatkan limbah sampah untuk menanam berbagai macam tanaman, baik jenis sayuran maupun tanaman bunga.
“Mereka bisa menanam lebih dari dua jenis tumbuhan dalam satu wadah, sesuai selera, tanpa memerlukan lahan yang khusus dan luas,” kata Ujang, kepada HR, Senin (16/03/2015).
Menurutnya, tanaman yang ditanam dengan cara tersebut dijamin tingkat keberhasilannya 90 persen, karena bisa mensiasati cuaca saat musim kemarau maupun hujan. Wadah ember yang berisi air ini dapat bertahan lama dalam kondisi cuaca kemarau.
Sedangkan, bila musim penghujan tanaman dijamin tidak akan tergenang banjir lantaran berada dalam wadah ember, sehingga bisa memilih berbagai jenis tanaman yang diinginkan.
Ujang menambahkan, penemuan media tanaman dengan cara Ciusol Bottom Up ini juga bisa dimanfaatkan oleh warga yang lingkungannya kesulitan air, atau memiliki cuaca ekstrim.
“Selain itu, saya juga berharap, penemuan cara menanam yang inovatif dan unik ini bisa menjadi solusi untuk ketahanan pangan di Kota Banjar, maupun di luar daerah,” harap Ujang. (Eva Latifah/Koran-HR)