Olahraga tradisional dimainkan oleh siswa-siswi SMA Negeri 1 Pangandaran. Foto: Entang SR/HR
Pangandaran, (harapanrakyat.com),-
Seiring berkembangnya jaman dan canggihnya teknologi masa kini, kearifal lokal seperti olahraga atau permainan tradisional kian terlupakan. Menyiasati hal itu, perlu ada upaya jitu untuk memperkenalkan olahraga atau permainan tradisional kepada masyarakat. Salah satu yang mungkin bisa direalisasikan adalah dengan memasukan olahraga atau permainan tradisional ke dalam muatan lokal (mulok) sekolah.
Kepala SMAN 1 Pangandaran, Drs. Surman, belum lama ini, membenarkan, olahraga atau permainan tradisional seperti gatrik, baren, egrang, dan boy-boyan, nyaris punah di masa-masa modern seperti sekarang ini.
“Dalam rangka melestarikannya, SMAN 1 Pangandaran menyelenggarakan kegiatan olahraga atau permainan tradisional,” katanya.
Menurut Surman, kegiatan itu sengaja diselenggarakan guna memperkenalkan kepada para siswa-siswi tentang olahraga atau permainan tradisional yang sering dimainkan oleh para orang tua dan leluhur di masa lalu.
Agus, Guru Olahraga di SMAN 1 Pangandaran, mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan pihak sekolah, apalagi dengan tujuan untuk menjaga kearifan dan kekayaan budaya lokal.
Anisah, siswi Kelas XII SMAN 1 Pangandaran, mengaku sangat setuju apabila olahraga atau permainan tradisional seperti egrang, gatrik, baren dan boy-boyan masuk dalam daftar mata pelajaran muatan lokal.
“Kami berharap, Pemerintah Kabupaten Pangandaran mau turut serta melestarikan kekayaan budaya daerah seperti olahraga dan permainan tradisional,” pungkasnya. (Ntang/Koran-HR)