Ilustrasi Guru Sukwan. Foto: Ist/Net
Pangandaran, (harapanrakyat.com),-
Guru sukwan di Kabupaten Pangandaran mengeluhkan minimnya perhatian Pemkab Pangandaran terhadap kesejahteraan mereka. Bahkan, tunjangan yang sebelumnya diberikan oleh Pemkab Ciamis, kini hilang setelah wilayah Pangandaran berubah status menjadi daerah otonom baru.
Dedih Hidayat, Guru Sukwan yang bertugas di SD Negeri 1 Bangunkarya Kecamatan Langkaplancar, mengatakan, terbentuknya Kabupaten Pangandaran merupakan sebuah harapan bagi masyarakat Pangandaran untuk lebih baik. Begitu pula dengan kaum sukwan yang mengharapkan adanya kesejahteraan.
Namun, lanjut Dedih, hingga pemerintahan di Kabupaten Pangandaran berjalan hampir 2 tahun, belum ada perhatian terhadap guru sukwan yang sudah mengabdikan diri ikut mencerdaskan anak bangsa.
“Bahkan, tunjangan yang dulu didapatkan, menjadi hilang setelah status Pangandaran berubah menjadi daerah otomom baru,” ujarnya, kepada HR, pekan lalu.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Pangandaran, Iwan Ridwan, mengatakan, pihaknya sudah berencana akan mengundang perwakilan guru sukwan yang ada di Kabupaten Pangandaran. “Kita akan tampung aspirasi mereka. Setelah itu, nanti akan dikomunikasikan dengan Pemkab Pangandaran,” ujarnya, pekan lalu.
Iwan mengatakan, memberikan perhatian kepada guru sukwan, memang sudah sewajarnya. Meski mereka hanya sekedar sukralewan, lanjut dia, tetapi memiliki andil besar dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Pangandaran.
“Kita sangat memahami apa yang dikeluhkan oleh guru sukwan. Karenanya, kita akan berusaha mengkomunikasi dengan Pemkab terkait aspirasi yang diminta oleh guru sukwan,” ujarnya.
Menurut Iwan, belum adanya perhatian Pemkab Pangandaran terhadap guru sukwan, harus dimaklumi karena alasan terbatasnya anggaran yang dimiliki oleh Pemkab.
“Tetapi, kita akan mencoba untuk mengusulkan kesejahteraan guru sukwan pada perubahan anggaran tahun 2015 atau pada tahun anggaran 2016 mendatang. Pada prinsipnya, kita akan berusaha membantu, namun terkait berapa bantuan apa yang diberikan, tentunya akan menyesuaikan dengan anggaran yang ada,” pungkasnya. (Mad/Koran-HR)