Ciamis, (harapanrakyat.com),- Warga Desa Sirnabaya, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, terlihat begitu antusias, ketika menyimak peluang usaha berbasis lingkungan yang disampaikan Ujang Solikhin, pegiat lingkungan peraih penghargaan Kalpataru, Kamis (19/2/2015), pada acara workshop pembuatan Briket yang diselenggerakan mahasiswa Universitas Galuh, di Aula Desa Sirnabaya.
Pada kesempatan itu, Ujang Solikhin atau dikenal juga dengan sebutan Jendral Briket, menawarkan peluang usaha pembuatan energi alternatif berupa briket dengan memanfaatkan sisa limbah atau sampah organik, kepada sejumlah warga Sirnabaya, meliputi ibu-ibu PKK, Unsur Pemerintahan Desa (Kepala Desa, BPD, LPM) dan masyarakat umum.
Jendral Briket inipun berkesempatan mepraktekkan tentang tata cara pembuatan energi alternatif briket kepada warga yang hadir. Warga yang melihat secara langsung, terlihat begitu antusias menyimak apa yang dipraktekkannya.
Ujang menyebutkan, saat ini harga briket berbahan sampah organik buatannya dibardol mulai dari harga Rp 3.500 sampai Rp 7.000 perkilogramnya. Saat ini, persediaan briket di rumah produksinya mencapai puluhan ton. (Deni/R4/HR-Online)