Pedagang beras di pasar Banjar. Foto: Dok HR Online.
Banjar, (harapanrakyat.com),-
Melonjaknya harga beras beberapa pekan ini, disinyalir akibat sempat terjadi kekosongan stok Beras Miskin (Raskin) yang terjadi pada bulan November dan Desember 2014.
“Memang banyak faktor yang mempengaruhinya, tapi kami mensinyalir karena pada dua bulan terakhir tahun lalu sempat terjadi kekosongan stok Raskin, yang menyebabkan warga membeli beras sendiri ke pasar,” ungkap Kepala Gudang Bulog Banjar, Sub Divisi Regional Ciamis, Putra Panata, SP., kepada HR online, Jumat, (27/02/2015).
Peralihan kebutuhan konsumsi beras itu, lanjut Putra, akhirnya menyebabkan terjadinya hukum pasar yaitu demand and supply. Akibat permintaan tinggi, otomatis harga jual naik.
“Faktor lainnya cuaca buruk yang mempengaruhi produksi beras yang hampir terjadi di seluruh Indonesia, termasuk kota Banjar,” tambahnya.
Belum lagi, kata Putra, saat ini belum memasuki masa panen, sehingga akan berdampak pada kurangnya pasokan.
“Kami melihat ada kenaikan harga beras di pasar Banjar, dan saat ini harga beras mencapai sepuluh ribu hingga sebelas ribu. Itu masih wajar, dan belum dianggap darurat,” tukasnya. (Nanang S/R1/HR-online)