Banjar, (harapanrakyat.com),- Jaka Maulana Yusuf (25) warga Kampung Margawati, Desa Baru, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, harus tewas mengenaskan dan kemudian ditemukan di Bendungan Doboku Kota Banjar. Meski identitas korban sudah terungkap, namun penyebab kematiannya belum dapat dipastikan.
Pihak kepolisian dan RSUD Banjar pun belum berani menyimpulkan terkait penyebab kematian korban. Sebab, proses penyelidikan kasus ini masih berjalan. Pihak kepolisian pun memilih untuk merampungkan penyelidikan, sebelum mengumumkan penyebab kematian korban.
Seperti diberitakan sebelumnya, identitas sesosok mayat laki-laki bertato yang ditemukan mengambang di Sungai Citanduy, tepatnya di Bendungan Doboku, Lingkungan Pataruman, Kel/Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, Selasa sore tadi (27/01/2015), sekitar jam 15.00 WIB, terungkap setelah pihak keluarga korban mengetahui dari pemberitaan di berbagai media massa.
Kemudian pihak keluarga yang diwakili lima orang datang ke kamar jenazah RSUD Kota Banjar. Keluarga korban tiba di Banjar sekitar pukul 19.00 WIB.
Melihat jenazah anaknya sudah terbujur kaku, Engkus Kusnadi (50) selaku ayah korban langsung menangis histeris dan sangat terpukul. Dia pun beberapa kali mengalami pingsan karena tak tega melihat kematian anaknya dengan cara yang cukup tragis.
Menurutnya, dia dengan anaknya sudah hilang kontak sejak lima hari yang lalu. Kepastian mayat itu anaknya karena terlihat dari tato di dadanya. “Ya benar, dia anak saya, ini terlihat dari tato di badannya,”ujarnya, kepada HR, Rabu (28/01/2015) malam sambil sesekali mengusap air mata. (Hermanto/R2/HR-Online)