Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sejumlah petani di wilayah Desa Pasirlawang, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis mengeluhkan lambatnya bantuan dan kunjungan dari Badan Penyuluhan, Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) dan Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis. Pasalnya, areal sawah seluas 25 hektar yang siap panen terendam banjir. Alhasil, pupus sudah harapan petani untuk memetik hasil dari menanam padi.
Suharto, petani Desa Pasirlawang, pekan lalu, mengaku sangat menyayangkan lambatnya upaya bantuan dari Pemerintah Kabupaten Ciamis, dalam hal ini BP4K. Padahal, menurut dia, petani berharap ada bantuan dari pemerintah setelah sawah terendam banjir.
“Hampir semua tanaman padi mati akibat banjir,” katanya.
Di tempat terpisah, Kaur Ekbang Desa Pasirlawang, Yulianto, mengamini lambatnya kunjungan dan bantuan dari Pemkab Ciamis. Mewakili para petani, pihaknya mengaku sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah.
“Jangankan bantuan, kunjungan saja tidak ada,” kata Yulianto.
Kepala BP3K Kecamatan Purwadadi, H. Jayusman, SP, juga tidak menyangkal bahwa sampai saat ini BP4K belum mendatangi lokasi sawah yang dilanda banjir. Meski begitu, pihaknya mengaku sudah mengkomunikasikan perihal persitiwa yang dialami petani tersebut kepada BP4K.
Jayusman memastikan, BP4K akan datang ke Kecamatan Purwadadi untuk meninjau area sawah yang kebanjiran. Dia pun mengaku sangat mengerti perasaan dan nasib yang dialami para petani tersebut. (Andri/Koran-HR)