Jumat, April 4, 2025
BerandaBerita BanjarFPM Nyatakan Mini Market Pajajaran Korban Kebijakan Pemkot Banjar

FPM Nyatakan Mini Market Pajajaran Korban Kebijakan Pemkot Banjar

Ketua FPM, Eman Sulaeman. Photo: Nanang Supendi/HR.

Ketua FPM, Eman Sulaeman

 

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Forum Peduli Muktisari (FPM) menyatakan, pengusaha ritel Pajajaran menjadi korban kebijakan Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat. Pasalnya, Perwal tentang penataan toko modern terlalu lambat dibuat.

Hal itu dikatakan Ketua FPM, Eman Sulaeman, terkait disoalnya kembali keberadaan toko klontongan yang dikenal bernama Toko Pajajaran, di Dusun Babakan, tepatnya depan Pasar Muktisari, Kec.Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, oleh salah satu ormas.

“Aturan yang dibuat tentang penataan toko modern, dalam hal ini Perwalkot terlalu lambat dibuat,” kata Eman.

Mestinya, jika aturan turunan dari Perda berupa Perwal belum terbit, pihak perizinan jangan mengeluarkan izin, walaupun itu sebatas izin toko kelontongan. Karena pada kenyataan beroperasi minimarket.

“Nah ini yang mesti kita telusuri, dimana benang permasalahan dan siapa yang bersalah, termasuk pihak mana yang bermasalah, ataukah ada oknum yang memanfaatkan ini,” ujarnya.

Eman juga mempertanyakan, kenapa setelah maraknya berdiri minimarket, masalah Perwal baru dibahas secara intens hingga sekarang sudah terbit. Dulu, aturan batas jarak antara mini market dengan pasar tradisional adalah 500 meter, tapi sekarang di Perwal tidak ada batasan jarak antara bangunan tersebut.

“Setelah ada bangunan, baru dibuat aturan. Terkesan dikondisikan adanya Perwal, terlebih melihat tidak ada batasan jarak. Berarti disini tidak memperhatikan azas kepatutan dan kelayakan,” tukas Eman.

Terlepas dari itu semua, pihaknya mengakui bahwa pemerintah telah menuju perbaikan dengan membuat relugasi yang jelas. Namun,Pemkot Banjar melalui OPD terkait harus tegas pula dalam penegakkan aturannya.

“Kalau mau dibasmi, basmilah minimarket illegal. Di Kota Banjar ini banyak, bukan hanya minimarket Pajajaran saja,” tandasnya.

Eman menambahkan, pihaknya ingin Kecamatan Langensari, terlebih di Kelurahan Muktisari kondusif. Jangan dijadikan ikon permasalahan akibat minimarket illegal. Namun, jadikanlah tatanan bisnis yang terbuka lebar sebagai kota kedua Banjar supaya dapat berjalan semestinya.Tentu tanpa melupakan ketentuan tataruang yang dibuat pemkot. (Nanang/R3/HR-Online)

Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan baru saja memperkenalkan generasi terbaru dari Nissan Micra EV 2025. Mobil Nissan terbaru tersebut kini bertransformasi menjadi kendaraan listrik sepenuhnya. Nissan Micra atau...
Pemandian Air Panas

Menikmati Wisata Pemandian Air Panas Cileungsing Sumedang Saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Obyek wisata Pemandian Air Panas Cileungsing di Cilangkap, Kecamatan Buahdua, Sumedang, Jawa Barat, kembali menarik ribuan wisatawan pada libur Lebaran 2025. Destinasi wisata ini...
Obyek Wisata Sepi Pengunjung

Obyek Wisata Sepi Pengunjung Saat Libur Lebaran, Wali Kota Banjar: Perlu Ada Perubahan

harapanrakyat.com,- Wali Kota Banjar, Jawa Barat, Sudarsono, menanggapi perihal sejumlah obyek wisata sepi pengunjung pada momen libur Lebaran 2025. Sudarsono mengatakan, Pemerintah Kota Banjar ke...
Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone baru saja merilis Armor 30 Pro, sebuah smartphone tangguh yang menggabungkan daya tahan luar biasa dengan teknologi terkini. Dirancang khusus untuk pengguna yang...
Pergerakan Tanah di Neglasari

Pergerakan Tanah di Neglasari Ciamis, Sejumlah Rumah dan Jalan Desa Alami Kerusakan

harapanrakyat.com,- Akibat adanya pergerakan tanah di Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, ruas jalan desa juga mengalami...
Terseret Arus Sungai Cipalu

Pemancing yang Terseret Arus Sungai Cipalu di Tasikmalaya Ditemukan, Begini Kondisinya

harapanrakyat.com,- Ratim (42), pemancing yang terseret arus Sungai Cipalu di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Rabu (2/4/2025), akhirnya ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia, Jumat...