Ciamis, (harapanrakyat.com),- Nasib malang menimpa Uneng Yuningsih (43), warga Dusun Sindanggirang RT 05/RT 06 Desa Cipaku, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis. Akibat kedua matanya terkena tumor ganas, wanita paruh baya ini sudah selama dua tahun mengalami kebutaan atau tidak bisa melihat.
Kepada HR, di rumahnya Jum’at (02/01/2014), Uneng menceritakan, pada awalnya penyakit tumor menyerang pada bagian mata sebelah kanan. Meski pada awalnya sering mengeluh sakit, namun tidak sampai mengganggu penglihatan matanya.
“Dari awal merasakan sakit, penyakit ini tidak pernah diobati, karena saya tidak memiliki uang untuk biaya operasi. Akhirnya, mata sebelah kanan saya terganggu penglihatannya. Bahkan, pada akhirnya sampai tidak bisa melihat,” katanya.
Seiring waktu, kondisi penyakit tumor ganas yang menyerang mata Uneng semakin parah. Bahkan, tak berselang lama, penyakit tumor jadi menjalar ke mata sebelah kiri. “ Karena tidak memiliki biaya untuk berobat, akhirnya saya mengalami kebutaan total. Sudah sekitar 2 tahun kedua mata saya tidak bisa melihat,” katanya.
Uneng menambahkan, ketika dirinya tinggal di Kota Bekasi, sempat penyakitnya diperiksakan ke dokter di salah satu rumah sakit di Bekasi. Saat itu dokter menyarankan agar dilakukan tindakan operasi guna penyembuhan penyakitnya.
“Bahkan, pada waktu itu segala pembiayaan rumah sakit akan ditanggung pemerintah. Namun, karena tidak ada pihak keluarga yang mau menandatangani pernyataan, akhirnya operasi pun digagalkan oleh pihak rumah sakit,” katanya.
Meski mengaku pasrah dan sudah menerima kenyataan, namun Uneng masih berharap ada uluran tangan dari dermawan dan pemerintah untuk biaya penyembuhan penyakitnya. “ Saya juga ingin sembuh, tetapi tidak punya biaya untuk operasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cipaku, Juhana, mengatakan, pihaknya sebetulnya ingin membantu Uneng dalam mengurus proses administrasi biaya pengobatan gratis yang ditanggung pemerintah. Namun, kendalanya Uneng masih tercatat sebagai penduduk Kota Bekasi.
“Saya juga sudah meminta kepada keluarganya agar proses surat pindah Uneng dari Bekasi ke Ciamis segera diurus. Karena kami sulit mengurusnya kalau belum tercatat sebagai warga desa ini,” katanya, kepada HR, Jum’at (02/01/2015).
Juhana menambahkan, karena terbentur persoalan domisili, pihaknya pun tengah berupaya agar ada dermawan yang memberikan bantuan untuk meringankan biaya operasi Uneng. “Semoga saja ada dermawan yang peduli,” pungkasnya. (Dji/R2/HR-Online)