Banjar, (harapanrakyat.com),- Pedagang asongan yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Asongan Stasiun Kereta Api (KA) Banjar, sudah sejak lama tidak bisa berjualan di Stasiun KA maupun di dalam gerbong KA.
Namun, hingga kini belum ada upaya dari pemerintah dalam menangani permasalahan tersebut. Untuk itu, mereka meminta agar Pemkot Banjar dapat menyediakan tempat atau relokasi bagi mereka, lengkap dengan bantuan gerobak dagangnya.
Para pedagang asongan mengaku sudah rela dengan adanya kebijakan dari PT. KAI yang melarang pedagang untuk berjualan di dalam Stasiun KA Banjar. Seperti diungkapkan Eti (37), salah seorang pedagang.
Dia menyebutkan, akibat adanya kebijakan dari PT. KAI, sedikitnya 62 orang pedagang asongan yang kini mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.
“Sekarang kami sulit sekali memenuhi ekonomi keluarga, beda dengan dulu saat masih berjualan di Stasiun. Pemkot jangan diam saja, kami minta dibuatkan relokasi sekaligus dengan bantuan gerobaknya,” tuturnya, kepada HR, Senin (08/12/2014).
Eti mengaku, berbagai upaya sudah dilakukan pihaknya untuk memperjuangkan nasibnya, antara lain meminta kebijakan kepada Kepala Stasiun KA Banjar, termasuk melakukan audiensi dengan DPRD Kota Banjar melakukan audiensi. Tapi sampai sekarang upaya tersebut belum ada perhatiannya.
Pedagang lainnya, Rasmini (42), mengakui, bahwa pada minggu lalu dari pemerintah kota melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Banjar, telah meninjau para pedagang.
“Atas permintaan kami ini, Disperindagkop akan berupaya dengan memperhatikan anggaran yang telah dibuatnya tahun 2015,” ujarnya.
Sebelum ada kompensasi dari pihak pemerintah kota, mereka pun meminta kepada Kepala Stasiun KA Banjar, supaya bisa memberikan kebijakan untuk berjualan kembali di dalam Stasiun. Namun, pihak PT. KAI tetap tidak memberikan izin.
“Pokoknya pemkot, DPRD Banjar dan pihak-pihak yang peduli terhadap kami, segera memikirkan solusi terbaik bagi masalah ini,” tegas Sarmini. (Nanang/Koran-HR)