Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Setelah Presiden Joko Widodo, mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), tadi malam, tampak sejumlah kios pengecer BBM jenis premium di wilayah Kabupaten Pangandaran tak ada satupun yang buka. Ternyata, para pengecer memanfaatkan jeda waktu selama 3 jam pasca pengumuman kenaikan BBM, untuk memborong premium di sejumlah SPBU.
Dari pantauan HR di sejumlah SPBU di wilayah Kabupaten Pangandaran, tak sedikit pembeli BBM yang membawa sejumlah jerigen. Dipastikan, mereka yang membawa jerigen adalah para pengecer premium.
Didi, seorang pengecer kios premium, saat ditemui HR, sekitar pukul 23.00 WIB, tadi malam, di SPBU Babakan, di Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, mengaku tidak sengaja ikut dalam antrian pembelian BBM. Dia mengatakan, membeli BBM ke SPBU, karena stok premium di kiosnya habis.
“Saya tadi tidak lihat televisi, jadi tidak tahu ada kenaikan BBM. Saya membeli BBM karena memang stok di kios saya habis,” akunya.
Namun demikan, dari pantauan HR di sepanjang jalan raya Padaherang- Pangandaran, tidak ada satupun pedagang ecaran premium yang membuka kiosnya. Padahal, jika hari biasanya, kerap terlihat beberapa pedagang premium yang masih membuka kiosnya hingga dini hari. (Ntang/R2/HR-Online)
Berita Terkait
BBM Naik, SPBU Babakan Pangandaran Diserbu Jerigen
Panic Buying Warnai Kenaikan BBM di Kota Banjar
Akibat Antri Panjang, Banyak Pengendara di Ciamis Tak Dapat Jatah BBM