Para pedagang asongan terlibat ricuh dengan petugas keamanan di Stasiun Kereta Api (KA) Banjar. Photo: Hermanto/HR.
Banjar, (harapanrakyat.com),-
Kericuhan antara petugas keamanan dengan pedagang asongan kembali terjadi di Stasiun Kereta Api (KA) Banjar, Selasa (21/10/2014), sekitar pukul 09.30 WIB.
Pemicunya adalah masalah klasik, yaitu pedagang tidak diperbolehkan berjualan di kereta api oleh petugas keamanan Stasiun. Namun, para pedagang tetap merangsek berusaha masuk dan melawan petugas.
Aksi saling dorong pun tak terelakan lagi. Para pedagang meneriaki serta memaki dengan kata-kata kasar kepada petugas keamanan Stasiun. Aparat dari Kodim, petugas Satpol PP dan pihak kepolisian dari Polresta Banjar melerai dan menjaga saat kericuhan terjadi.
Bahkan, diantara pedagang ada yang membuang nasi rames sebagai bentuk protes keras kepada pihak PT. KAI. “Sudah bertahun-tahun kami berjualan di sini, tapi baru kali ini kami tidak boleh berjualan,” keluh Cucu Haryati, salah seorang pedagang, kepada HR.
Hal sama diungkapkan Anto Heryanto, pedagang lainnya. Menurut dia, usaha ini adalah mata pencahariannya selama belasan tahun di Stasiun KA Banjar. Dirinya berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Walau dikejar-kejar petugas, sampai kapan pun saya akan tetap berjualan di sini. Demi mempertahankan kehidupan anak istri saya,” katanya, dengan nada penuh emosi.
Anto juga berharap kepada Presiden Indonesia terpilih, agar memihak rakyat kecil yang haknya diinjak-injak oleh para penguasa, khususnya dari pihak PT. KAI.
Aksi tersebut akhirnya mereda setelah beberapa anggota kepolisian dan TNI melerai para pedagang dan petugas keamanan Stasiun yang terlibat saling dorong. Para pedagang pun dihimbau untuk tidak masuk ke Stasiun, apalagi ke dalam ketera api.
Saat akan dikonfirmasi, Kepala Stasiun KA Banjar, Arif Wahyudin, belum bisa dimintai keterangan terkait kericuhan yang terjadi di Stasiun KA Banjar kali ini. (Hermanto/Koran-HR)